KEBANGGAAN : Thomas Madyo Santoso bersama motor Norton ES II 500cc keluaran tahun 1955 miliknya. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)
KEBANGGAAN : Thomas Madyo Santoso bersama motor Norton ES II 500cc keluaran tahun 1955 miliknya. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM – Memiliki motor tua dan langka menjadi kebanggaan tersendiri. Begitu pula yang dirasakan Thomas Madyo Santoso yang memiliki motor Norton ES II 500cc keluaran tahun 1955. Bagi dia, motor miliknya merupakan investasi karena bernilai tinggi. Bahkan sempat ditawar hingga ratusan juta rupiah.

“Saking langkanya bahkan sempat ditawar ratusan juta rupiah, namun karena terlalu sayang tidak saya lepas,” kata Thomas Madyo Santoso. Motor klasik yang masih menggunakan pengapian platina dan magnet tersebut, 90 persen masih orisinil dan ia dapatkan dari Pulau Madura. Beberapa part sengaja harus diganti karena memang sangat langka dan tidak bisa ditemukan di pasaran. “Ada part yang diganti, agar motor ini bisa mengaspal,” ucapnya.

Thomas mengaku ciri khas dari motor kesayangannya tersebut adalah pada bagian knalpot yang berbentuk sirip. Selain itu tulisan Norton pada spatbor depan dan lampu belakang. Karena tenaga yang besar, otomatis motor tersebut sangat bising ketika mesin menyala. “Untuk tenaga motor ini tidak habis-habis apalagi di trek lurus, mesin menggunakan 4 percepatan,” tuturnya.

Menurut sejarah Norton ES II, motor ini sebenarnya dibangun pabrikan asal Inggris sejak tahun 1927 silam. Motor ini awalnya dirancang untuk kebutuhan sport, tetapi secara bertahap dikalahkan oleh model yang lebih kuat. “Salah satu keunggulan motor ini yang membuatnya tetap populer adalah kemudahan dalam pemeliharaan (maintenance), andal di jalanan, desainnya pun sangat unik dan menarik,” jelasnya.

Dari bagian body, motor milik Thomas sudah terpancar aura klasik, Mulai dari bagian lampu yang bulat, kemudi atau stang panjang, tanki bulat, dan jok dengan bentuk rata. Selain itu ada spatbor belakang dengan gaya melengkung, membuatnya tampak kompak dan seakan tak lekang dimakan zaman. Bagian shockbreaker pun menggunakan tabung, khas motor tahun keluaran tahun 1950 an. “Tidak kepikiran modif. Biar standar saja, apalagi desainnya sudah old school sehingga kalau dimodif takutnya malah mengurangi estetika,” ungkapnya.

Sementara pada sisi dapur pacu, pabrikan asal Inggris membekali model ES2 dengan mesin tipe 4-stroke, single cylinder, overhead valve, berkapasitas 490cc. Dengan bekal tersebut, motor ini mampu memuntahkan tenaga maksimal 29 BHP pada putaran 5.300 rpm dan kecepatan puncak 79 mph. “Moge ini patut diacungi jempol. Cocok jika dipakai penghobi touring yang rela menghabiskan berjam-jam di jalan dengan jarak tempuh yang cukup jauh atau luar kota, akselerasinya pun sangat memuaskan,” pungkasnya. (den/ric)