Beri Kebebasan Namun Bertanggungjawab

295
SEPERTI KELUARGA : Bob Horo bersama para karyawan Bob Horo & Partners, perusahaan yang bergerak di bidang advokasi, legal konsultan dan legal auditor perusahaan. (Dokumen pribadi)
SEPERTI KELUARGA : Bob Horo bersama para karyawan Bob Horo & Partners, perusahaan yang bergerak di bidang advokasi, legal konsultan dan legal auditor perusahaan. (Dokumen pribadi)

RADARSEMARANG.COM – Sebagai pemimpin dan pemilik Bob Horo & Partners, sebuah peusahaan yang bergerak di bidang advokasi, legal konsultan dan legal auditor perusahaa, Bob Horo menjadi tokoh sentral sebagai seorang pemimpin. Total ia memiliki 18 karyawan di kantor Semarang ataupun di kantor Jakarta.

Kepada karyawannya, Bob mengaku tidak membatasi hubungan. Ia cenderung akrab dengan karyawannya agar tercipta iklim kerja yang nyaman serta kondusif. Bahkan Bob mengaku menanamkan kebebasan namun tetap bertanggungjawab pada pekerjaan.

“Saya sebut mereka partner, karena punya kualifikasi masing-masing. Misalnya tentang litigasi, korporasi, pidana dan HAKI. Sebagai partner tentu disni mereka harus menimba ilmu agar ke depan menjadi lebih maju,” katanya.

Saking dekatnya, setiap kali ada kasus yang harus ditangani, mereka melakukan sharing. Dalam sharing tersebut, ia mengaku menerima masukan dari anak buahnya. Selain itu para pekerjanya diajari untuk mandiri guna menyelesaikan kasus. “Keuntungannya saat ada gelar perkara, mereka bisa memiliki pikiran yang inovatif. Bukan apa kata saya, namun mereka juga bisa memberikan pemecahan masalah,” tambahnya.

Tanggung jawab dalam kedekatan dengan karyawan, lanjut Bob adalah mengedepankan kepentingan klien. Pasalnya kepuasan klien adalah hal yang utama. Membuat klien percaya menurut dia gampang-gampang susah.

Sebagai pengacara muda, waktu Bob sering habis di kantor. Apalagi dalam sebulan ia harus bolak-balik Jakarta-Semarang. Bob pun mengaku sempat mendapatkan komplain dari istri tercintanya. Namun ia punya prinsip yang patut ditiru, yakni membahagiakan keluarga dengan kerja keras. “Namun kerja keras itu,  dalam bekerja tidak boleh menganggu keluarga. Bahkan kami sering liburan bareng,” tambahnya. (adennyar wycaksono/ric)