BELUM RESMI : Stadion Moch Soebroto yang menjadi kandidat kuat calon homebase PSIS Semarang dalam kompetisi Liga 1 musim 2018. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BELUM RESMI : Stadion Moch Soebroto yang menjadi kandidat kuat calon homebase PSIS Semarang dalam kompetisi Liga 1 musim 2018. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG—Manajemen PSIS Semarang telah memilih Stadion Moch Soebroto Kota Magelang sebagai homebase selama kompetisi Liga 1 tahun 2018. Pemkot Magelang sedang menyusun draft nota kesepahaman dan perjanjian kerja yang akan ditandatangani bersama. Selain itu, hasil verifikasi ulang kelayakan stadion dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) juga masih ditunggu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Magelang Yonas Nusantrawan Bolla mengatakan, draft Mou tengah disusun bersama Bagian Hukum dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Draft tersebut akan mengatur tentang tarif sewa serta pengenaan pajak tiket pertandingan.

Yonas menyebutkan, pihak manajemen PSIS Semarang sudah mengajukan keringanan agar besaran pajak tidak sampai 35 persen. “Namun, soal pajak ini bukan kewenangan kami. Kewenangannya ada di BPKAD,” beber Yonas.

Kabid Cipta Karya DPU-PR Puji Hartono mengungkapkan, pada Selasa (20/3) lalu, tim dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) datang ke stadion untuk melakukan verifikasi ulang. Tim verifikasi langsung meninjau lapangan dan telah memberitahukan kepada pengelola stadion.

“Hanya saja, untuk hasil verifikasi ulangnya bagaimana, belum keluar. Sambil menunggu itu, kami juga sekarang masih menunggu pemberitahuan dari manajemen PSIS Semarang terkait apakah stadion kita ini memenuhi syarat atau belum,” jelas Puji.

CEO PSIS, AS Sukawijaya mengatakan, PSIS saat ini juga tengah memperjuangkan Stadion Moch Soebroto Magelang untuk menjadi homebase sebelum melakoni laga kandang perdana versus Bali United Minggu (1/4) pekan depan. Sebelumnya, Stadion Moch Soebroto dinyatakan tidak lolos verifikasi karena belum melengkapi beberapa aspek yang diwajibkan. Di antaranya bench wasit, ruang wasit, perlengkapan ruang ganti, ruang medis dan ruang media.

“Kami sudah melakukan renovasi besar-besaran untuk kelengkapan di Stadion Moch Soebroto dan operator kembali melakukan verifikasi namun hingga kini belum ada keputusan,” imbuh pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi ini.

Selain Stadion Moch Soebroto, PSIS sebenarnya juga berniat menggunakan Stadion Maguwoharjo Sleman sebagai kandang. ”Namun pengelola Maguwoharjo tidak menyetujui, padahal Pemerintah Daerah, PSS Sleman dan suporter Sleman sudah setuju kami akan menggunakan Sleman sebagai homebase,” bebernya. (bas/had/ton)

Yonas mengakui bahwa jadi tidaknya Stadion Moch Soebroto sebagai homebase dari PSIS Semarang mewarnai pemberitaan, mulai dari tidak lolos verifikasi dari PT LIB sampai pembatalan sebagai kandang PSIS. “Terus terang, kami belum pernah mendapat surat resmi terkait itu semua baik dari PT LIB maupun PSIS. Artinya, stadion kita masih berpeluang dan pekan lalu PSIS Semarang menemui ke kami untuk membicarakan kelanjutan kerja sama,” papar Yonas.

Yonas sendiri mengaku bahwa ada keluhan terkait akses jalan masuk ke stadion yang dinilai kurang. Namun demikian, Yonas menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk membuat rekayasa lalu lintas.

“Solusi masalah jalan masuk dengan rekayasa dan kita punya empat ruas jalan masuk stadion. Soal keamanan penonton di Tribun Selatan, kami juga sudah buat pagar pengaman di barisan teratas. Itu yang bisa kami lakukan sekarang,” ungkap Yonas. (had)