GEDUNG BARU: Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono bersama Kapolres dan Bupati Wali Kota se-Jateng di sela peresmian gedung baru Mapolda Jateng, kemarin. (kanan) Condro Kirono saat mendorongan kursi roda yang dinaiki KH Maimun Zubair. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GEDUNG BARU: Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono bersama Kapolres dan Bupati Wali Kota se-Jateng di sela peresmian gedung baru Mapolda Jateng, kemarin. (kanan) Condro Kirono saat mendorongan kursi roda yang dinaiki KH Maimun Zubair. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HORMATI KIAI: Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat mendorong kursi roda KH Maimun Zubair. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HORMATI KIAI: Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat mendorong kursi roda KH Maimun Zubair. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COMSEMARANG – Gedung baru Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Tengah telah sah beroperasi untuk melayani masyarakat setelah diresmikan oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Jumat (23/3) pagi. Mapolda Jateng yang baru ini diharapkan dapat merubah citra masyarakat terhadap kantor polisi.

Usai meresmikan gedung tujuh lantai tersebut, orang nomor satu di kepolisian itu menegaskan adanya gedung baru ini memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang hendak melakukan pelayanan di kantor polisi, serta tidak merasa masuk ke kandang macan saat memasukinya

“Jangan sampai orang masuk ke kantor polisi ini seperti masuk kandang macan, dipenuhi rasa khawatir, tapi orang merasa seperti masuk mal, dengan rasa senang,” katanya usai peresmian gedung baru Mapolda Jateng, Jumat (23/3).

Peresmian dihadari sejumlah Pejabat Utama Mabes Polri, Gubernur Akpol, Direktur JCLEC, para mantan Kapolda Jateng, Plt Gubernur Jateng, Sekda Jateng, Kasdam IV/Diponegoro, Kajati Jateng, Ketua DPRD Jateng, bupati-wali kota, kapolres, dan dandim se-Jateng, serta puluhan tokoh lintas agama. Di antaranya, KH Maimun Zubair, Habib M Lutfi Bin Ali Bin Yahya, Ustad Wahyudin, dan Mgr Robertus Rubiatmoko.

Tito mengatakan, perubahan mindset juga harus sejalan dengan kinerja anggota polisi lebih meningkat dan profesional. Sehingga selain dapat mengubah mindset masyarakat, adanya gedung baru juga menjadi pemicu mentalitas para anggota.

Terhadap gedung baru, Tito menilai fasilitas yang tersedia cukup baik, megah dan representatif. Namun ia mengingatkan kepada anggota Polda Jateng untuk mengevaluasi antara lain membuat SOP supaya peristiwa kebakaran pada gedung sebelumnya tidak terulang di kemudian hari.

“Evaluasi buat SOP jangan sampai kebakaran itu terulang karena kelalaian kita. Mungkin karena listriknya semrawut, harus diperbaiki,” tuturnya.

Tito menegaskan, pembangunan gedung yang menggunakan uang rakyat, maka anggotanya sebagai pelayan harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Silakan bangga dengan gedung barunya, tapi juga perbaiki layanan publik. Sehingga masyarakat di Jateng merasa lebih aman dan nyaman. Termasuk berurusan dengan kepolisian menjadi lebih mudah,” terangnya.

Gedung baru Mapolda Jateng ini disebut jenderal bintang empat itu menjadi salah satu yang terbaik dari beberapa gedung mapolda lain, yang sebelumnya diresmikan, yakni Mapolda Metro Jaya dan Mapolda Papua Barat.

“Sistemnya saya lihat juga bagus, pengamanannya sudah menggunakan elektronik. Kemudian pembagian ruangan yang cukup bagus. Ada pelayanan publik yang jadi satu, sehingga masyarakat bisa merasa nyaman ketika masuk kantor polisi,” ujarnya.

Tito juga mencontohkan agar para anggotanya melakukan pelayanan seperti dalam perbankan. Hal tersebut akan menambah suasana nyaman yang sudah didesain sedemikian rupa melalui gedung baru.

“Kepolisian adalah melayani institusi sipil, jadi jangan buat orang yang masuk polda ini serasa masuk di kandang macan. Buat orang yang masuk mapolda itu serasa masuk kantor perbankan, disambut dengan ramah, buat seperti orang mau masuk mal,” tandasnya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menyebut, jika gedung baru Mapolda Jateng itu kini menjadi lokasi jujugan untuk foto selfie.“Ada ornamen salah satu tanda keajaiban dunia yakni Candi Borobudur di pagar depan Mapolda Jateng. Ornamen inilah yang diminati banyak warga,” ujarnya. Meski demikian, kapolda tak mempermasalahkan hal itu. Ia bahkan menyambut dengan terbuka dan berharap halaman Mapolda Jateng menjadi salah satu spot terbaik untuk berfoto. ”Jadikan gedung baru ini seperti rumah rakyat yang indah dan megah,” katanya. (tsa/aro)