OJK Bagi Pengetahuan Industri Keuangan Syariah

386
PAPARAN : Nur Satyo dari OJK KR Jawa Tengah dan Jogjakarta sedang memberikan materi, di FEB Undip Kampus Tembalang, kemarin. (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PAPARAN : Nur Satyo dari OJK KR Jawa Tengah dan Jogjakarta sedang memberikan materi, di FEB Undip Kampus Tembalang, kemarin. (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berusaha mendorong berkembangnya industri keuangan syariah. Menyusul survei OJK tahun 2016, tingkat literasi keuangan syariah baru 8,11 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan syariahnya 11,06 persen.

Deputi Komisioner Pengawas IKNB II OJK, Moch Ihsanuddin beranggapan bahwa industri keuangan syariah masih mampu berkembang lagi, mengingat peluangnya masih terbuka lebar. Salah satu upaya pengembangan industri keuangan syariah, OJK bersama Program Studi Ekonomi Islam FEB Undip dan Forum Dosen Ekonomi Bisnis dan Islam (Fordebi) Wilayah Jawa Tengah mengadakan Training of Trainers (ToT) bagi guru SMK se-Jawa Tengah di Gedung Laboratorium Kewirausahaan FEB Undip pada 20-22 Maret 2018.

“Peserta akan dibekali beberapa materi seperti Industri Keuangan Non Bank (IKNB) syariah, perbankan syariah, dan pasar modal syariah. Selain itu, dalam ToT ini, dilakukan sharing knowledge antarpeserta dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang industri keuangan syariah,” jelasnya.

Ketua Forum Dosen Ekonomi Bisnis dan Islam (Fordebi) Wilayah Jawa Tengah Darwanto menilai, dengan adanya ToT ini dapat membantu guru-guru SMK lebih memahami industri keuangan syariah.

“Output dari ToT untuk guru SMK ini, meningkatkan kompetensi guru dalam memahami industri keuangan syariah. Khususnya industri keuangan non bank syariah,” ujar Darwanto.

Selama ini, lanjut Darwanto, pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah masih terbatas pada perbankan syariah. Padahal ada dana pensiun syariah, asuransi syariah dan pegadaian syariah. Bahkan, potensinya masih lebih luas lagi.

“Selain kegiatan ini, kami dari Fordebi mencoba memberikan informasi bahwa ekonomi Islam bukan hanya keuangan Islam. Ekonomi Islam sangat luas, termasuk sektor riil menjadi bidang yang dikaji,” tutupnya. Setelah mengikuti ToT, diharapkan para guru-guru SMK tersebut mampu menerapkan serta menyebarluaskan ilmu yang telah mereka peroleh. (tsa/adv/ida)