Mencongak, Tingkatkan Motivasi Belajar Matematika

1133
Oleh. Sulistyawati, S.Pd.I
Oleh. Sulistyawati, S.Pd.I

RADARSEMARANG.COM – Mata pelajaran matematika telah dianggap sebagai mata pelajaran momok oleh sebagian siswa sekolah dasar. Bahkan dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit serta menakutkan. Tidak heran jika dalam realita dijumpai banyak siswa yang memiliki nilai matematika rendah disbanding dengan mata pelajaran yang lain.  Hal tersebut disebabkan oleh rendahnya motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran matematika, dan banyak anak yang belum hafal dasar pengerjaan hitung, khususnya perkalian dan pembagian. Karena adanya kendala tersebut, dalam mengerjakan soal matematika pada umumnya memerlukan waktu yang cukup lama dan sering kekurangan waktu.

Menghadapai fenomena seperti itu  guru hendaknya dapat memilih metode belajar mengajar yang tepat, agar siswanya mampu menguasai dasar perkalian dan pembagian yang dapat dipakai untuk menyelesaikan segala bentuk pengerjaan hitung dalam matematika. Dengan demikian penyebab kesulitan yang dihadapi siswa dapat dalam mengerjakan soal dapat teratasi, yang akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Metode  yang dipilih guru dalam belajar mengajar hendaknya mampu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Karena motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. (Sadirman. 1996: 85), seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Dengan adanya usaha yang tekun terutama didasari dengan adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu akan melahirkan prestasi yang baik. Intensitas motivasi seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya. Dengan dasar pertimbangan tersebut, metode latihan mencongak sangatlah cocok diterapkan dalam pembelajaran mata pelajaran matematika. Walaupun metode ini jadul namun sangat penting untuk diterapakan.

Mencongak adalah metode menghitung diluar kepala, dengan ingatan saja dan siswa cukup menuliskan hasilnya. Siswa harus menjawab setiap pertanyaan yang dibacakan oleh guru dengan waktu yang singkat. Dengan pelaksanaan yang kontinu (berkesinambungan, terus-menerus, dan berkelanjutan) di setiap pelajaran matematika, maka hasil yang diharapkan adalah siswa akan lebih mudah mengingat tentang perkalian dan akan lebih cepat dalam menghitung matematika. Tidak sekadar ingat dan hafal, tetapi dapat melekat yang sangat rekat dipikiran siswa karena terbiasa.

Selain itu perkembangan lain yang diharapkan adalah siswa tidak perlu membuka lagi tabel perkalian mereka, tidak tergantung pada kalkulator, ataupun menggunakan jarimatika. Tentunya semua itu, tidak dapat tercapai dalam waktu sekejab. Pada awal pelaksanaan mungkin hasil yang dicapai masih belum memuaskan, tetapi yang penting dari pelaksanaan mencongak yang rutin adalah proses dan pengalaman belajar yang diperoleh siswa. Selain itu untuk guru, hasil atau nilai yang didapat siswa dapat menjadi acuan untuk mengetahui kemajuan ketrampilan berhitung siswa. Selain itu untuk menentukan bimbingan khusus kepada siswa-siswa yang masih lemah kemampuan hitungnya. Mengingat karakteristik siswa di dalam kelas yang beranekaragam gaya belajar dan kemampuannya.

Untuk menerapkan metode mencongak ini, cukup meluangkan waktu 15 menit saja tiap pertemuannya dan pelaksanaannya bisa di awal atau di akhir pelajaran. Jumlah soal cukup 10 soal, dengan sebaran soal 4P (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian). Di awal penerapan metode ini pilihlah soal yang sederhana, sesuaikan dengan operasi hitung yang sedang dipelajari di kelas. Jika sebagian besar siswa kita sudah menguasai 4P dengan angka-angka sederhana, guru dapat meningkatkan level soal yang diberikan. Semisal semula, bilangan yang dipakai adalah satuan dengan satuan, maka bisa ditingkatkan bilangan satuan dengan puluhan, atau menggunakan operasi hitung campuran yang bisa dicoba.

Mengapa mencongak penting diterapakan? Operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian adalah dasar matematika dan syarat awal yang harus dan wajib dikuasai siswa.ibarat sebuah rumah adalah pondasinya.pondasi ini haruslah kuat karena dapat menopang dan menunjang bangunan yang dibangun di atasnya. Siswa dapat membangun pengetahuan dan ketrampilan matematikanya setinggi mungkin di atas pondasi yang kuat salah satunya dengan metode mencongak.

Kita ketahui, tingkat kesulitan atau level materi matematika disetiap kelas selalu berkembang, ini adalah sebuah tantangan. Oleh karena itu, siswa harus betul-betul menguasai dasarnya. Penguasaan yang tidak maksimal dapat menjadikan kendala bagi siswa dalam mengikuti pelajaran dan mengerjakan soal matematika. Matematika bukan hanya pelajaran yang ada dijenjang sekolah dasar, tetapi juga akan ditemui siswa di jenjang sekolah berikutnya seperti SMP dan SMA.

Bila kita menjumpai siswa-siswi kita yang sedang duduk di kelas tinggi tetapi mereka masih kesulitan dengan operasi hitung, sungguh mencengangkan. Tidak perlu saling menyalahkan atau menoleh jauh ke belakang, karena itu semua tidak menyelesaikan. Mari berpikir ke depan dan menjalin kerjasama dengan guru-guru kelas untuk saling memberdayakan mencongak di kelas masing-masing di setiap pelajaran matematika. Metode mencongak adalah metode jadul/lama, tidak perlu enggan menerapkannya. Walau jadul tetapi handal.