33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Kades Jambearum Diminta Mundur

Another

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Puluhan warga desa Jambuarum, Kecamatan Patebon melakukan aksi unjuk rasa depan kantor Bupati Kendal. Mereka menuntut supaya Kepala Desa (Kades) setempat yaitu Kades Sri Purwanti dicopot jabatannya.
Tuntutan tersebut menurut pengunjuk rasa lantaran kades cantik yang sudah terpilih dua periode itu diduga melakukan penyelewengan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2015-2017. Selain itu juga ada dugaan penjualan beras miskin (raskin) yang sedianya diberikan kepada warga yang kurang mampu.
Dengan membentangkan spanduk dari  bungkus karton, warga menyatakan mosi tidak percaya kepada Kades Sri Purwanti. Spanduk berisikan tuntutan agar Inspektorat Kendal memeriksa kasus penggunaan Dana Desa (DD) serta pelaksanaan pembangunan desa. Selain itu juga bertuliskan kecaman terhadap Kades agar tidak semena-mena terhadap rakyat kecil.
Koordinator aksi, Mulyanto, mengatakan selama tahun 2015 hingga 2017 banyak pengadaan barang dan jasa serta pembangunan yang tidak sesuai dengan perencanaan. “Pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam perencanaan,” katanya, kemarin (23/3).
Ia mencontohkan dengan pembangunan rehab kantor Balai Desa di 2016. Bahwa untuk rehab tersebut telah dianggarkan tapi sampai sekarang belum juga dilaksanakan. “Kami ingin tahu, dananya itu larinya kemana dan digunakan untuk apa,” tandasnya.
Selain itu terjadi kasus penjualan raskin yang diduga dilakukan Kades Sri Purwanti. Yakni beras jatah dari Pemerintah untuk warga miskin bukannya dibagikan tapi dijual dan uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi. “Alasannya karena beras tidak diambil, padahal warga tidak diberitahu kalau raskin sudah ada di balai desa,” katanya.
Mulyanto mengatakan warga pernah melayangkan surat kepada Bupati Kendal, Mirna Annisa untuk menghentikan sementara Kades dan Perangkat desanya serta menurunkan tim dari inspektorat untuk memeriksa Kades.
Bayu Adi, Ketua pemeriksa kasus Kades Jamberarum menjelaskan pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada Kades tersebut pada bulan Februari lalu dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut telah selesai dibuat. “Kami telah memeriksa yang bersangkutan atas masalah yang telah disampaikan para warga. Hasil Laporan telah disampaikan kepada Bupati,” ujarnya.
Memanggapi hal tersebut, Kades Sri Purwanti mengaku jika permasalahan DD sudah dilakukan pemeriksaan oleh inspektorat dan hasilnya tidak ada masalah. Sedangkan untuk raskin, pihaknya tidak tahu menahu. Karena beras miskin diurusi oleh panitia tersendiri. “Saya hanya data saja, raskin itu dibagikan oleh panitia desa bersama bulog. Jadi Kades tidak tahu menahu perihal penjualan beras itu karenaa bukan kewenangan Kades,” tuturnya. (bud/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

More Articles Like This

Must Read

Perjanjian Fidusia Diakui Ada

SEMARANG - Terungkap fakta baru, bahwa memang ada perjanjian fidusia atau perjanjian utang piutang kreditor kepada debitor yang melibatkan penjaminan 4 unit chasis bus yang sedang...

25 Tanggul di Jateng Jebol

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejak awal tahun hingga awal Februari ini, sudah ada sekitar 25 tanggul di Jateng yang jebol. Tanggul tersebut tidak bisa menahan...

Warga Binaan Jadi Model Dadakan

SEMARANG - Belasan wanita tampak berjalan dengan penuh percaya diri di atas karpet merah. Mereka mengenakan busana syar’i hingga baju pesta di aula lembaga...

Dipecundangi PSIS, Pelatih PS TIRA: Kami Hanya Kurang Beruntung

JawaPos.com - PS TIRA alami nasib buruk pada pekan ke-26 Liga 1 2018. Tampil di kandang sendiri mereka justru ditundukkan tamunya PSIS Semarang, Rabu...

Awal Tahun, Asuransi Manulife Luncurkan Education Protector

RADARSEMARANG.COM - PERUSAHAAN asuransi jiwa PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) membidik pertumbuhan dua digit tahun ini. Hal itu melihat kondisi pasar asuransi...

Api Ludeskan Penyulingan Minyak Daun Cengkih

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO—Kebakaran menghanguskan pabrik penyulingan minyak daun cengkih dan nilam di RT 03 RW 01 Dusun Munggang Desa Karanggedang Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo, Kamis...