Cagub Ganjar Kepincut Dawet Telasih Solo

473
MAK NYUS : Ganjar Pranowo mengicipi dawet telasih di Pasar Gede Solo. (ISTIMEWA)
MAK NYUS : Ganjar Pranowo mengicipi dawet telasih di Pasar Gede Solo. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Dolan ke Pasar Gede Solo tak lengkap tanpa jajan Dawet Telasih. Tak terkecuali Ganjar Pranowo ketika blusukan ke pasar yang dibangun tahun 1930 itu pada Jumat (23/3).

Padahal Ganjar sudah sarapan di Soto Bu Harini yang legendaris di Pasar Gede. Namun ketika melewati lapak Bu Sipon, harum dawet tetap menggoda pria berambut putih itu untuk berhenti. “Enak tenan ternyata,” kata Ganjar usai menyelesaikan sesuap dawetnya.

Pasar Gede Solo memang terkenal akan Dawet Telasih. Beberapa yang kondang adalah Dawet Telasih Bu Dermi, Bu Sipon, Bu Watik, dan Bu Siswo. Dinamakan Dawet Telasih karena dawet ini menggunakan campuran biji selasih sebagai ciri khas utamanya. Selain biji selasih, Dawet Telasih juga berisikan bubur sumsum, cendol hijau, ketan hitam, tape ketan, dan potongan nangka.

Bu Sipon sudah berjualan dawet sepuluh tahunan. Sebelumnya ia berjualan sayur. Lalu mencoba berdagang buah. Hingga akhirnya suatu hari ia mencoba membuat dawet. Tak disangka dawet buatannya banyak dipesan orang. Menangkap permintaan pasar, Bu Sipon banting stir dan berjualan dawet hingga kini. Selain menjual es dawet yang sarat “muatan”, Bu Sipon juga menjual dawet utuh untuk olahan makanan yang lain. “Maturnuwun Pak Ganjar, wah jan bagus tenan yo,” kata Sipon ketika Ganjar pamit dari lapaknya.

Selama dua jam calon gubernur Jateng nomor urut satu itu berkeliling pasar  tradisional terbesar dan terlengkap di Solo itu. Tak cuma sarapan soto dan jajan dawet, ia juga menyapa pedagang dan mengecek beberapa barang kebutuhan pokok. Kedatangan Ganjar memancing antusiasme pedagang dan pengunjung pasar. Mereka berdesak-desakan mendekat untuk berfoto atau sekadar salaman.

Rupanya beberapa pedagang juga berasal dari Tawangmangu, Karanganyar. Bertemu dengan tetangga kampung kelahirannya, Ganjar menyempatkan berhenti dan berbincang sebentar. “Wah dadi kangen omah,” ucapnya usai bertemu Yati, pedagang sayur asal Tawangmangu. Dari Pasar Gede, Ganjar bersama rombongan melanjutkan perjalanan mengunjungi pabrik garmen PT Delta Dunia Textil Sukoharjo. (amh/ida)