TERBAKAR SIANG BOLONG: Gedung Mapolda Jateng saat terbakar pada 30 September 2015. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERBAKAR SIANG BOLONG: Gedung Mapolda Jateng saat terbakar pada 30 September 2015. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

30 September 2015, sebagian bangunan berlantai 3 Polda Jawa Tengah terbakar. Bangunan yang terbakar, selama ini digunakan untuk sejumlah satuan kerja, seperti Biro SDM,  Inspektorat Pengawas Daerah, Direktorat Intelijen, Bagian Keuangan, Biro Perencanaan, dan aula. Polda mengklaim, kebakaran gedung murni karena korsleting listrik dari salah satu ruang lantai III gedung B.

10 Oktober 2015, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Yuddy Chrisnandi pada saat itu mendatangi gedung yang terbakar. Muncul statemen Menteri Yuddy bahwa Presiden Jokowi menyetujui usulan pembangunan gedung Polda. Pihak Polda mengajukan desain bangunan baru.

16 Maret 2016, pembangunan tahap pertama dimulai. Dana yang yang dikucurkan Rp 50,8 miliar, berasal dari alokasi APBN Rp 35,8 miliar dan hibah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng Rp15 miliar. Ground breaking gedung dilakukan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Kapolda Jateng (saat itu) Irjen Nur Ali.

Awal Maret 2017, tahap kedua pembangunan dimulai, dikerjakan oleh PT Karsa Bayu Bangun Perkasa dari Jakarta. Total dana pembangunan  Rp120 miliar.  Pembangunan fisik Rp95 miliar. Sisanya, Rp 25 miliar untuk kebutuhan mebeler.

23 Maret 2018, gedung baru Mapolda Jateng diresmikan. Gedung baru memiliki lahan parkir yang bisa menambung ribuan kendaraan bermotor anggota polisi maupun masyarakat yang memerlukan pelayanan kepolisian.