31 C
Semarang
Kamis, 3 Desember 2020

SDM Keuangan Syariah Masih Rendah

Menarik

Dorong UMKM Bangkit, BRI Kembali Gelar BRILIANPRENEUR 2020

RADARSEMARANG.COM - JAKARTA  – Bank BRI kembali menggelar pameran industri kreatif UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian HUT Bank BRI...

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sumber Daya Manusia (SDM) keuangan syariah dinilai masih menjadi pekerjaan rumah industri keuangan di Indonesia. Perkembangan industri pun belum dapat diimbangi dengan perbaikan SDM. Padahal, industri keuangan syariah di Indonesia sebenarnya sudah mulai membaik dengan banyaknya sektor keuangan syariah. Namun, perbaikan ini justru belum diimbangi dengan SDM syariah yang berkualitas.
Deputi Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah 1 OJK Rina Cakti Yuliani mengatakan, selama ini masyarakat akan memilih bekerja di bank jika berkaitan dengan industri keuangan. SDM yang ada sejauh ini masih menjadi hal yang perlu didorong sehingga mampu berada sebagai pemain syariah yang profesional.
“Padahal banyak lho prodi syariah, industri juga ada, tetapi dimana ini tidak ketemunya? Ya karena masyarakat umum tahunya lebih ke bank dan karena memang bank syariah lebih populer,” ujarnya dalam talkshow Industri Keuangan Non Bank Syariah bertajuk “Meningkatkan Literasi di Kalangan Akademisi dan Masyarakat terhadap Produk Keuangan Syariah”, di FEB Undip, kemarin.
Rina menjelaskan selain pengaturan dan pengawasan, salah satu tugas OJK adalah melakukan pengembangan. Salah satu caranya dengan mengenalkan dan meningkatkan literasi masyarakat terhadap produk keuangan syariah. Dalam kesempatan tersebut, Rina juga menggandeng sejumlah industri keuangan non bank.
“Kita bawa IKNB Syariah antara lain Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), Asuransi Syariah dan Pegadaian Syariah. Tidak bisa semua karena tidak semuanya juga berhubungan langsung dengan masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, membawa pelaku industri keuangan non bank dalam acara tersebut menjadi ajang untuk memberikan pemahaman secara nyata pada mahasiswa. Artinya, pihaknya membuka wawasan selain mengenalkan produk IKNB juga bidang pekerjaan yang sebetulnya luas.
“Banyak lho, ada DPS, underwriter, akuntansi syariah juga ada. Inilah yang kita inginkan ke dunia mahasiswa supaya lebih terbuka wawasan tentang prospek kerja di dunia syariah,” tegasnya.
Sementara itu, Kaprodi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip Darwanto mengatakan dilaksanakannya kegiatan ini menyikapi masih rendahnya literasi masyarakat terkait keberadaan industri keuangan non bank syariah. Sehingga Prodi Ekonomi Islam FEB menyambut baik upaya OJK dalam meningkatkan literasi melalui talkshow ini.
“Harapannya jika selama ini mahasiswa mengetahui informasi dari buku mengenai IKNB syariah, maka melalui kegiatan ini mereka mendapatkan informasi lebih mendalam dan praktik di lapangan dari para praktisinya,” tandas Ketua Forum Dosen Ekonomi Bisnis dan Islam (Fordebi) wilayah Jawa Tengah itu. (tsa/adv/ric)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Dorong UMKM Bangkit, BRI Kembali Gelar BRILIANPRENEUR 2020

RADARSEMARANG.COM - JAKARTA  – Bank BRI kembali menggelar pameran industri kreatif UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian HUT Bank BRI...

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...