Lebih Aman, Modern, Dan Representatif

Gedung Baru Mapolda Jawa Tengah Lebih Aman

825
NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, hari ini (Jumat, 23/3/2018), menorehkan sejarah baru. Sebuah bangunan kokoh berlantai tujuh  yang sangat representatif, resmi menjadi markas komando kepolisian di wilayah Jawa Tengah. Peresmian akan dilakukan oleh Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

RADARSEMARANG.COM – PERESMIAN yang hanya berselang sehari dengan pelaksanaan Police Award Polda Jateng pada Kamis (22/3) malam, dipusatkan di lapangan Mapolda Jalan Pahlawan hari ini (Jumat, 23/3). Sepekan sebelum peresmian,  wartawan Jawa Pos Radar Semarang berkesempatan melihat langsung ruangan-ruangan berdesain interior apik dan fungsional. Gedung baru Mapolda Jateng  dibangun lebih presentatif, aman, dan nyaman untuk melayani masyarakat.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Condro Kirono menjelaskan, gedung tersebut akan diresmikan oleh Kapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian, pada Jumat (23/3) pagi ini. Terkait kegiatan peresmian, Polda juga mengundang ulama, tokoh masyarakat, kepala daerah, Dandim, dan para Kapolres di jajaran Polda Jateng.

“Bapak Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian akan hadir di Jawa Tengah, diawali dalam rangka peresmian gedung Mapolda Jawa Tengah, gedung, rumah untuk melayani rakyat,” kata Condro usai kegiatan di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Rabu (21/3) lalu.

Condro berharap, dengan gedung baru tersebut, jajarannya mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat jauh lebih aman dan nyaman. Pun, para anggota yang selama ini berkantor di luar area bangunan Polda, kini bisa kembali menyatu.

“Selama ini ada Ditnarkoba di tempat lain, Intel numpang di Polsek, Binmas dan sebagainya yang ada di luar itu, bisa menyatu. Ini lebih memudahkan kita dalam melayani masyarakat di satu titik, di situ. Alhamdulillah, sudah sesuai harapan,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kapolres Kudus dan Kapolresta Tegal ini.

Pengamatan Jawa Pos Radar Semarang,  gedung baru Polda  Jateng dilengkapi pintu gerbang yang dijaga ketat sejumlah anggota. Setelah melewati penjagaan, terdapat alat sensor kendaraan sebelum menuju tempat parkiran. Bagi tamu atau pengunjung, wajib mengenakan ID Card yang disediakan oleh petugas jaga.

Gedung baru Polda juga dilengkapi basement untuk menampung kendaraan tamu dan anggota. Di lantai basement, juga ada ruang pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Yanmin Ditintelkam atau (SKCK), Poliklinik Biddokes, Ruang Assisment Biro SDM, Urkanpos Setum, Urbinplin Subbid-Provos Bidpropam dan Koperasi.

“Untuk masuk  harus pakai ID, masuk ke arah parkir ada perekamnya, seperti masuk ke mal-mal ada sensornya, metal detector, exray sidik jari sama face detector. Ini untuk sistem pengamanan,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes (Pol) Agus Triadmaja.

Sebelum mengalami musibah kebakaran pada  Rabu 30 September 2015 pukul 11.15, gedung tersebut hanya memiliki tiga lantai.  Gedung baru Polda dibangun dengan  alokasi anggaran Rp 50.868.518.000 pada tahap pertama tahun 2016. Pada tahap kedua, pembangunan tahun 2017, menelan dana sebesar Rp 132 miliar, berasal dari DIPA Polri atau APBN II sebesar Rp 120 miliar dan APBD atau Hibah Pemprov Jateng Rp 12 miliar.

Bangunan baru bertingkat 7 lantai, memiliki luas tiap lantai bangunan 2.160 meter persegi. Sehingga total luas bangunan 17.280 meter per segi, plus basement, dan dilengkapi helipad. Bangunan di atas  basement digunakan untuk kegiatan upacara.

“Bangunan yang sekarang jauh lebih nyaman dan lengkap dalam kegiatan pelayanan masyarakat, lebih representatif, dari sisi keamanan juga bagus.” Di atas basement,  lantai 1 ditempati sejumlah satuan kerja. Yakni, Satker Dittahti, Bidhumas, Lab Data Forensik Tekkom BId TI Pol, KA SPKT, Yanma dan lobi.

Lantai 2, terdapat ruang Ditintelkam, aula, Subdit Pamtah Dittahti, Ruang Press Room, dan Kaur Lipprodok Bidhumas. Sedangkan lantai 3, terdapat ruang Ditbinmas dan Ditresnarkoba. Lantai 4, ada Biro Rena, Bidkum, Bid TI Pol.

Lantai 5, digunakan Biro SDM dan Bidkeu. Sedangkan lantai 6 ada Itwasda dan Biro Ops. Teratas, di lantai 7, ada ruang Kapolda, Wakapolda, Koorsprim, dan Setum. “Kemudian, di atasnya ada helipad. Jadi rata-rata dalam satu lantai ada empat Satker.”  (mha/tsa/isk)