Jaga Kerukunan di Tahun Politik

309
BERI PENGARAHAN: Wali Kota Yuliyanto saat membuka acara sosialisasi peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan umat beragama tahun 2018 di Ruang Plumpungan Lantai IV Gedung Setda Kota Salatiga, Rabu (21/3). (Dhinar sasongko/jawa pos radar semarang)
BERI PENGARAHAN: Wali Kota Yuliyanto saat membuka acara sosialisasi peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan umat beragama tahun 2018 di Ruang Plumpungan Lantai IV Gedung Setda Kota Salatiga, Rabu (21/3). (Dhinar sasongko/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Memasuki tahun politik, Wali Kota Yuliyanto berharap agar semua tokoh agama dan tokoh masyarakat bisa bersikap netral, meskipun setiap organisasi maupun kelompok mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Termasuk dalam situasi demokrasi dan politik tahun ini.

“Hal ini sangat penting, apalagi kita akan menghadapi tahun politik. Jangan sampai kita condong ke satu calon untuk dukung mendukung dan dimanfaatkan oleh salah satu calon sehingga akan menimbulkan keresahan di kemudian hari,” papar Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, saat membuka acara sosialisasi peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan umat beragama tahun 2018 di Ruang Plumpungan Lantai IV Gedung Setda Kota Salatiga, Rabu (21/3).

Yuliyanto mengingatkan melalui sosialisasi ini, diharapkan akan ada kepahaman antara Pemerintah dengan tokoh agama dalam bingkai rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga akan menambah wawasan, pengetahuan, cakrawala berfikir untuk terus mempertahankan, melestarikan, dan memperkuat rasa persaudaraan dan toleransi bermasyarakat.

Menurutnya, hadirnya kesadaran memahami dan menghormati sesama, antar pemuka agama dan tokoh masyarakat di Kota Salatiga, bisa menjadi satu modal untuk menciptakan kesatuan yang utuh dalam menjaga keharmonisan masyarakat. “Kita contohkan di Kota Salatiga ada banyak
etnis datang dari sabang sampai merauke. Karena kota ini terkenal dengan pluralismenya maka menjadi daya tarik sendiri. Bukan hanya nyaman saja, akan tetapi kondisi masyarakatnya juga mempunyai toleransi yang tinggi,” imbuhnya.

Menurutnya, masyarakat Salatiga sangat mudah menerima perbedaan yang ada. Oleh karenanya setiap umat beragama harus terus mewujudkan rasa persaudaraan, saling memberi kasih sayang, saling mencintai satu sama yang lain baik dalam keluarga, pertemanan maupun kelompok.

Sementara itu, menurut Kepala Bidang Ketahanan Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Atiek Surniati mengatakan bahwa toleransi antar dan inter umat beragama harus selalu ditingkatkan untuk menjamin kerukunan, kebersamaan dan keharmonisan
dalam masyarakat.

Terlebih lagi keberadaan kerukunan, ketentraman ini nantinya akan sangat mendukung terciptanya situasi aman dalam gelaran pilkada tahun 2018. Sebagai informasi, dalam pilkada serentak 2018, akan berlangsung di 17 provinsi dan 39 kota serta 15 kabupaten se-Indonesia. Sedangkan di Jawa Tengah sendiri akan melibatkan 7 Kota/ Kabupaten untuk pemilihan kepala daerah dan pilkada untuk pemilihan gubernur. Atiek menambahkan bahwa keberadaan para tokoh agama disini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran beragama, bermasyarakat, dan saling menghormati didalamnya. (sas/bas)