REKONTRUKSI: Rekontruksi perampasan motor yang dilakukan oleh Didik Ponco terhadap korban Kasiyati yang diperankan oleh Polwan Polres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
REKONTRUKSI: Rekontruksi perampasan motor yang dilakukan oleh Didik Ponco terhadap korban Kasiyati yang diperankan oleh Polwan Polres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Selain dijerat kasus pembunuhan berencana, Didik Ponco, 28 juga bakal dijerat kasus pencurian dengan kekerasan (curas).  Yakni atas kasus dugaan perampasan sepeda motor milik korban Kasiyati 27 warga RT 1 RW 6, Desa Ngabean, Kecamatan Boja.

Kamis (22/3) kemarin, penyidik Polres Kendal melakukan rekontruksi terhadap kasus dugaan perampasan motor tersebut. Dalam rekontruksi terlihat pelaku Didik telah mengintai korban dari dalam semak-semak pohon tebu.

Begitu korban melintas, pelaku langsung lari dari belakang dan memukul pundak korban menggunakan sebatang balok kayu. Akibat pukulan tersebut, korban Kasiyati jatuh dan tersungkur.

Saat korban jatuh, pelaku mencoba mengambil motor korban. Tapi korban Kasiyati masih melakukan perlawanan sehingga korban Didik kembali memukul lagi korban. Melihat korban yang sudah tidak, pelaku kemudian membawa kabur motor korban dengan cara mengendarainya.

Didik mengaku, jika ia merampas mobil pelaku lantaran ia sangat membutuhkan uang. Yakni untuk menutup piutang angsuran mobilnya yang sudah menuggak. “Saya butuh uang, sementara saya tidak ada kerjaan. Jadi saya nekat membegal dan merampas motor korban,” katanya.

Sementara Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar mengatakan sedikitnya ada enam adegan yang diperagakan tersangka dalam rekontruksi. Rekontruksi disaksikan oleh jaksa penutut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Kendal. “Rekontruksi ini dilalukan supaya penyidik dan penuntut umum tahu secara detil kronologi tindak pidana yang dilakukan tersangka Didik,” katanya.

Pelaku rencana akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman pidana maksimal sembilan tahun penjara. “Tapi nanti akan kami tuntut berbarengan dengan kasus pembunuhan yang dilakukan tersangka didik. Sehingga bisa hukuman dari pengadilan nanti bisa maksimal,” tandasnya.

Selain kasus curas, di waktu bersamaan Didik juga ditetapkan kasus tersangka dalam kasus berbeda. Yakni kasus pembunuhan terhadap Fitri Anggraeni, 23. Yakni seorang pekerja pemandu karaoke (PK) yang dibunuh secara keji dengan dijerat menggunakan selendang. Usai dibunuh, mayatnya dicor didalam bak kamar mandi. (bud/bas)