Angkringan Kamtibmas Jalin Kekeluargaan Warga

305
SANTAI : Untuk merekatkan hubungan di antara warga Kecamatan Magelang Selatan, Polres Magelang Kota pertemukan tokoh agama dan masyarakat dalam Angkringan Kamtibmas, Rabu (21/3) malam bersama Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Semarang)
SANTAI : Untuk merekatkan hubungan di antara warga Kecamatan Magelang Selatan, Polres Magelang Kota pertemukan tokoh agama dan masyarakat dalam Angkringan Kamtibmas, Rabu (21/3) malam bersama Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Upaya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terus diupayakan oleh Polres Magelang Kota, terutama di wilayah rawan konflik. Salah satunya dengan menggandeng tokoh agama dan masyarakat di wilayah Kecamatan Magelang Selatan dalam suasana keakraban di Angkringan Kamtibmas Hotel Atria, Rabu (21/3) malam lalu.

Puluhan tokoh masyarakat dan tokoh agama berbaur bersama Bhabinkatibmas serta Babinsa dalam suasana santai berbalut suasana angkringan. Tampak jajaran Polres Magelang Kota seperti Kapolres AKBP Kristanto Yoga Darmawan, Wakapolres Kompol Prayudha Widiyatmoko, Kabag Ops Kompol Sri Hatmo, Kasatreskrim AKP Rinto Sutupo, Kasatlantas AKP Marwanto, Kapolsek Magelang Selatan AKP Setyo. Juga, Kasubag Humas AKP Esti Wardiani. Selain itu ada Camat Magelang Selatan, Ketua MUI Kota Magelang Ismudiyono, dan juga GM Hotel Atria Chandra Irawan ikut meramaikan suasana gayeng tersebut.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengungkapkan berbagai peristiwa yang pernah terjadi di Kecamatan Magelang Selatan Kota Magelang sehingga mengganggu kambtibmas terus direkatkan di antara warganya untuk menjalin rasa kekeluargaan.

“Terlebih Kecamatan Magelang Selatan tercatat ada kejadian menonjol akibat miras dan salah paham. Untuk salah paham menempati porsi 62 persen dan peredaran miras sebanyak 38 persen,” tutur Kristanto.

Potensi konflik, menurut dia, rawan terjadi di daerah padat termasuk Kecamatan Magelang Selatan. Dituturkan, di Kecamatan Magelang Selatan sendiri memiliki dua kelurahan terpadat dari enam kelurahan yang ada. “Kelurahan Magersari menempati kepadatan penduduk sebesar 8.873 jiwa dan Kelurahan Jurangombo Selatan sebanyak 7.246 jiwa. Untuk itu, semua pihak baik polisi, TNI, Pemkot dan masyarakat harus berperan dalam upaya manajemen konflik,” paparnya.

Kristanto berharap, adanya kegiatan Angkringan Kamtibmas yang dihadiri oleh seluruh pemangku kebijakan agar bisa disampaikan ke warga untuk menjaga kerukunan demi terciptanya keamanan dan ketertiban. (had/lis)