BLOKIR - Warga Desa Cepagan Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang Jawa Tengah memblokir jalan setempat, setelah terjadi kecelakaan yang membuat pengendara motor meninggal. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
BLOKIR - Warga Desa Cepagan Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang Jawa Tengah memblokir jalan setempat, setelah terjadi kecelakaan yang membuat pengendara motor meninggal. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Akibat jalan yang rusak parah sering dilalui truk pengangkut material pembangunan tol Batang Semarang, salah satu pengendara motor tewas di tempat. Korban jatuh saat menghindari jalan rusak di jalan Desa Cepagan Kecamatan Warungasem Batang Jawa Tengah, Kamis (22/3).

Kecelakaan tersebut memicu kemarahan warga. Mereka memblokir jalan, dengan berbagai barang. Sehingga kendaraan roda empat tidak bisa melintas, harus memutar masuk ke dalam kampung sekitar. Peristiwa ini mirip kejadian akhir tahun di desa tetangga, Masin, yang bersebelahan

Kecelakaan maut terjadi tepatnya di jalan raya Desa Cepagan Warungasem depan SD Negeri 1 Cepagan. Korban adalah Any Kumalasari, 30, staf administrasi di Universitas Pekalongan. Ia meninggal di lokasi, akibat luka di kepala yang parah.

Warga Desa Blado Kecamatan Blado ini berniat berangkat kerja. Saat melintas di sekitar jalan Cepagan, menurut kesaksian warga setempat, korban berusaha menghindari lubang.

“Mbaknya berusaha menghindari lubang di tikungan, namun ada kendaraan dari arah berlawanan. Kaget, ngerem mendadak akhirnya jatuh,” terang Slamet warga Cepagan.

Kapolsek Warungasem AKP Almunasifi hingga kini belum bisa dihubungi, untuk konfirmasi kejadian tersebut. Humas PT Waskita Huda menjelaskan, pihaknya pada hari ini (kemarin, Red) juga melakukan tambal sulam sementara jalan yang rusak dari Desa Sidorejo hingga Masin.

“Sementara kami tambal sulam jalan, kalau dicor butuh waktu. Penambalan juga akan dikawal anggota Polsek Warungasem,” terangnya. (han/lis)