ASET NEGARA : Wakil Kepala PT KAI Dop 6 Yogyakarta Ida Hidayati didampingi Manager Humas Eko Budiyanto memberikan keterangan di kantor PNA dan Aset PT KAI Daop 6 Yogyakarta di Kota Magelang, Rabu (21/3). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
ASET NEGARA : Wakil Kepala PT KAI Dop 6 Yogyakarta Ida Hidayati didampingi Manager Humas Eko Budiyanto memberikan keterangan di kantor PNA dan Aset PT KAI Daop 6 Yogyakarta di Kota Magelang, Rabu (21/3). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Seorang pensiunan polisi berinisial RMT, 52, warga Jalan Magangan Kulon II RT 3 RW 1 Patehan, Kraton, Yogyakarta harus mendekam dalam penjara. RMT ditahan Kejaksaan Negeri Magelang karena diduga menyewakan tanah tanpa seizin PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta selaku pemilik lahan. Akibat ulah ini, PT KAI merasa dirugikan sekitar Rp 527 juta.

Manajer Humas PT KAI (persero) Daop 6 Eko Budiyanto menjelaskan, pelaku diduga telah menarik uang sewa sejumlah aset tanah milik PT KAI kepada warga di tiga lokasi berbeda. Yaitu Kota Magelang, Kabupaten Magelang dan Temanggung. Bahkan, menurut Eko, pelaku terbukti sangat berani dan terencana dengan menerbitkan sertifikat tanah atau kekancingan versinya sendiri atas nama penyewa sebagai bukti perjanjian menempati.

“Dalam melancarkan aksinya pelaku merekrut orang lain dengan surat tugas untuk melakukan pengurusan tanah yang diklaim miliknya. Kemudian, memasang plang dan menggunakan tanah milik PTKAI tanpa izin sebagai kantor pelaku,” kata Eko saat jumpa pers di di kantor PNA dan Aset PT KAI Daop 6 Yogyakarta Kota Magelang, Rabu (21/3).

Tanah milik PT KAI yang disewakan secara ilegal terletak di Desa Pucung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Kemudian, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung serta tanah di Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang. “Pelaku telah melanggar pasal 385 ayat 4c dan pasal 378 KUHP tentang penipuan. Dia telah ditahan di Kejaksaan Negeri Magelang per 20 Maret 2018,” tandas Eko.

Wakil Kepala PT KAI Daop 6 Yogyakarta Ida Hidayati memastikan upaya hukum yang ditempuh pihaknya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming sewa dengan harga miring oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Sejauh ini kami baru melaporkan satu orang. Namun, kami tidak ingin ada lagi oknum yang melakukan perbuatan yang sama hingga merugikan negara,” jelas Ida. (had/ton)