BERCENGKRAMA : Cawagub Jateng Ida Fauziyah belajar membuat wayang kulit di Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri. (ISTIMEWA)
BERCENGKRAMA : Cawagub Jateng Ida Fauziyah belajar membuat wayang kulit di Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, WONOGIRI – Sejumlah pengrajin wayang kulit di Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri mengaku belum paham akan adanya bantuan modal dari bank milik pemerintah daerah. Baik itu dari pemerintah provinsi atau kabupaten.

Salah satu pengrajin wayang, Tri Purnomo mengatakan dirinya mengenal kredit usaha rakyat (KUR). Tetapi untuk adanya program dari Bank Jateng tentang kredit usaha, Tri mengaku tak pernah mendengarnya. “Kami biasanya ya pinjem bank biasa atau pinjem teman untuk modal jika dana mepet. Tidak tahu jika di bank milik Pemprov Jateng ada,” katanya saat menerima kedatangan calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah.

Selain modal untuk produksi, para pengrajin butuh sebuah galeri dan koperasi. Tapi sampai saat ini belum ada. Jadi masih berjalan sendiri-sendiri. Selama ini, pesanan wayang datang dari sejumlah dalang. Meski demikian beberapa pecinta wayang ikut memesan. “Jadi untuk kolektor, atau kenang-kenangan bagi temannya,” jelasnya.

Sementara itu, Ida Fauziyah menyatakan, potensi ekonomi masyarakat Kapuhan sudah sangat bagus. Tetapi sayang sepertinya selama ini masih belum digarap maksimal. “Jika ada 100 pengrajin, kemudian setiap pengrajin memiliki minimal 5 tenaga kerja, jelas sudah mengurangi angka pengangguran,” katanya.

Pendamping Sudirman Said dalam Pilgub Jateng 2018 ini menambahkan pembuatan wayang butuh keterampilan luar biasa. Dia pun mengapresiasi adanya regenerasi dari setiap pengrajin. “Tinggal dibutuhkan pendampingan, modal, maupun pasar. Sehingga ke depan bisa menjadi lokasi andalan wisata,”  tambahnya. (fth/ric)