Pengrajin Wayang Wadul Ida

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, WONOGIRI – Sejumlah pengrajin wayang kulit di Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri mengaku belum paham akan adanya bantuan modal dari bank milik pemerintah daerah. Baik itu dari pemerintah provinsi atau kabupaten.
Salah satu pengrajin wayang, Tri Purnomo mengatakan dirinya mengenal kredit usaha rakyat (KUR). Tetapi untuk adanya program dari Bank Jateng tentang kredit usaha, Tri mengaku tak pernah mendengarnya. “Kami biasanya ya pinjem bank biasa atau pinjem teman untuk modal jika dana mepet. Tidak tahu jika di bank milik Pemprov Jateng ada,” katanya saat menerima kedatangan calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah.
Selain modal untuk produksi, para pengrajin butuh sebuah galeri dan koperasi. Tapi sampai saat ini belum ada. Jadi masih berjalan sendiri-sendiri. Selama ini, pesanan wayang datang dari sejumlah dalang. Meski demikian beberapa pecinta wayang ikut memesan. “Jadi untuk kolektor, atau kenang-kenangan bagi temannya,” jelasnya.
Sementara itu, Ida Fauziyah menyatakan, potensi ekonomi masyarakat Kapuhan sudah sangat bagus. Tetapi sayang sepertinya selama ini masih belum digarap maksimal. “Jika ada 100 pengrajin, kemudian setiap pengrajin memiliki minimal 5 tenaga kerja, jelas sudah mengurangi angka pengangguran,” katanya.
Pendamping Sudirman Said dalam Pilgub Jateng 2018 ini menambahkan pembuatan wayang butuh keterampilan luar biasa. Dia pun mengapresiasi adanya regenerasi dari setiap pengrajin. “Tinggal dibutuhkan pendampingan, modal, maupun pasar. Sehingga ke depan bisa menjadi lokasi andalan wisata,”  tambahnya. (fth/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -