Penebar Kebencian Ditangkap

Mabes Polri Turun Tangan

560
BERI KETERANGAN : Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono didampingi Ditreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Lukas Akbar Abriari memberikan keterangan kepada wartawan di gedung Borobudur Mapolda Jateng, Rabu (21/3). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI KETERANGAN : Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono didampingi Ditreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Lukas Akbar Abriari memberikan keterangan kepada wartawan di gedung Borobudur Mapolda Jateng, Rabu (21/3). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kasus penganiayaan terhadap kiai Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Kendal, Ahmad Zaenuri dan menantunya Agus masih terus ditangani kepolisian. Bahkan, Mabes Polri juga turun tangan bersama Polda Jateng mendalami kasus diduga melibatkan pelaku bernama Bogel alias S. Polisi juga telah menangkap terduga pelaku penebar kebencian di media sosial yang mengangkat kasus penganiayaan ini.

“Terkait kejadian di Polres Kendal, hari Sabtu (17/3) lalu sekitar pukul 16.30, di mana kejadiannya adalah penganiayaan dan percobaan pencurian dengan kekerasan (curas). Faktanya seperti itu, pencurian disertai penganiayaan,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono usai kegiatan di gedung Borobudur Mapolda Jateng, Rabu (21/3).

Saat ini Bogel telah diamankan petugas dan masih menjalani pemeriksaan di Polres Kendal dengan back up dari Ditreskrimum dan Direskrimsus Polda Jateng. Berdasarkan pemeriksaan, pelaku dengan korban tidak saling mengenal.

“Kejadian itu alasan atau motif dari tersangka adalah ingin memiliki tas yang dibawa oleh istri Agus saat akan keluar dari rumah,” jelasnya.

Condro juga membeberkan, Bogel merupakan pengamen dan kerap mangkal di sebuah pasar. Kondisi ekonomi pelaku memprihatinkan. Ia memiliki satu anak yang sudah putus sekolah dan tidak punya pekerjaan. “Sehingga faktor ekonomi membuat ia ingin mengambil dan ingin memiliki tas dengan menganiaya. Itu fakta yang harus diproses,” tegasnya.

Pada kasus ini, kepolisian juga telah mendatangkan psikolog untuk mengetahui kondisi pelaku. Dari hasil tes kejiwaan tersebut, pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasus ini telah dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab dengan mengunggah kabar di grup media sosial. Menurut Condro, unggahan tersebut diberikan caption yang sangat meresahkan bagi masyarakat.

Namun demikian, polisi telah mengetahui pengunggah atau penyebar isu tersebut dan berhasil menangkap pelaku tersebut di Bekasi. Pelaku tersebut telah diproses dan ditetapkan sebagai tersangka dengan dijerat undang-undang ITE. “Saksi ahli sudah mengungkapkan, termasuk dalam ujaran kebencian, menimbulkan keresahan, memenuhi unsur UU ITE pasal 45. Sehingga hari ini (kemarin, red) pelaku sudah ditangkap di Bekasi atas nama T warga Jakarta Barat dan akan diproses di Krimsus Polda Jateng,” bebernya. (mha/ton)