33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Penebar Kebencian Ditangkap

Mabes Polri Turun Tangan

Another

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kasus penganiayaan terhadap kiai Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Kendal, Ahmad Zaenuri dan menantunya Agus masih terus ditangani kepolisian. Bahkan, Mabes Polri juga turun tangan bersama Polda Jateng mendalami kasus diduga melibatkan pelaku bernama Bogel alias S. Polisi juga telah menangkap terduga pelaku penebar kebencian di media sosial yang mengangkat kasus penganiayaan ini.
“Terkait kejadian di Polres Kendal, hari Sabtu (17/3) lalu sekitar pukul 16.30, di mana kejadiannya adalah penganiayaan dan percobaan pencurian dengan kekerasan (curas). Faktanya seperti itu, pencurian disertai penganiayaan,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono usai kegiatan di gedung Borobudur Mapolda Jateng, Rabu (21/3).
Saat ini Bogel telah diamankan petugas dan masih menjalani pemeriksaan di Polres Kendal dengan back up dari Ditreskrimum dan Direskrimsus Polda Jateng. Berdasarkan pemeriksaan, pelaku dengan korban tidak saling mengenal.
“Kejadian itu alasan atau motif dari tersangka adalah ingin memiliki tas yang dibawa oleh istri Agus saat akan keluar dari rumah,” jelasnya.
Condro juga membeberkan, Bogel merupakan pengamen dan kerap mangkal di sebuah pasar. Kondisi ekonomi pelaku memprihatinkan. Ia memiliki satu anak yang sudah putus sekolah dan tidak punya pekerjaan. “Sehingga faktor ekonomi membuat ia ingin mengambil dan ingin memiliki tas dengan menganiaya. Itu fakta yang harus diproses,” tegasnya.
Pada kasus ini, kepolisian juga telah mendatangkan psikolog untuk mengetahui kondisi pelaku. Dari hasil tes kejiwaan tersebut, pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kasus ini telah dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab dengan mengunggah kabar di grup media sosial. Menurut Condro, unggahan tersebut diberikan caption yang sangat meresahkan bagi masyarakat.
Namun demikian, polisi telah mengetahui pengunggah atau penyebar isu tersebut dan berhasil menangkap pelaku tersebut di Bekasi. Pelaku tersebut telah diproses dan ditetapkan sebagai tersangka dengan dijerat undang-undang ITE. “Saksi ahli sudah mengungkapkan, termasuk dalam ujaran kebencian, menimbulkan keresahan, memenuhi unsur UU ITE pasal 45. Sehingga hari ini (kemarin, red) pelaku sudah ditangkap di Bekasi atas nama T warga Jakarta Barat dan akan diproses di Krimsus Polda Jateng,” bebernya. (mha/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

Baru Kali Ini Ada Yang Sampai Naik Pohon buat Joget (12)

Sembilan lagu Didi Kempot berhasil menggoyang panggung dan ribuan penonton Synchronize Fest 2019 sampai pukul 1 dini hari. Sebenarnya sudah siap tampil di festival...

More Articles Like This

Must Read

Potongan Mayat Tercecer di Jalan Lingkar Weleri

KENDAL—Kejadian menggemparkan warga terjadi di Jalan Lingkar Weleri. Warga menemukan tubuh yang terpotong dan tercecer sepanjang jalan hingga 50 meter. Kondisi tubuh sebagian besar...

Underground Empat Lantai akan Dibangun di Bawah Kawasan Simpang Lima

RADARSEMARANG.COM, Megaproyek pembangunan Simpang Lima berkonsep underground terus dimatangkan oleh Pemkot Semarang. Megaproyek ini bertujuan untuk mengurai kemacetan di titik ‘berlian’ Kota Semarang yang...

Ajak Kenalkan Budaya Lokal Lewat Cerita

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang mengajak siswa SD/MI se Kota Magelang makin mencintai dunia literasi. Salah satu upaya yang...

Tunggu Pembeli, Pengedar Pil Penenang Ditangkap

WONOSOBO–Satuan Reserse Narkoba Polres Wonosobo menangkap pengedar pil penenang jenis Riklona dan Alprazolam. Pelaku bernama Budiman Sapto, 35, warga Garung, Wonosobo. Ia ditangkap ketika...

Pekalongan Bangun Rest Area Kelas A

KAJEN-Akhir pembangunan rest area kelas A akan dibangun di jalur jalan tol yang melintasi Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut setelah melakukan survei dan kajian, serta...

Optimistis Tuntas Sesuai Rencana

SEMARANG- Jelang akhir 2017, sejumlah proyek pembangunan Pemkot Semarang masih dalam pengerjaan. Namun tak sedikit yang masuk tahap finishing. Seperti sejumlah proyek yang dilakukan...