RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Keputusan manajemen PSIS Semarang yang akan memakai Stadion Moch Soebroto Kota Magelang sebagai homebase PSIS Semarang dalam mengarungi Liga 1 Indonesia Baru 2018 langsung disikapi Pemkot Magelang dengan menyusun draf MoU dan perjanjian kerja. Pasalnya, MoU itu akan mengatur tentang pemakaian stadion selama semusim.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Magelang, Yonas Nusantrawan Bolla, Rabu (21/3) kemarin membenarkan bahwa saat ini pihaknya tengah membuat draf memorandum of understanding (MoU) dan perjanjian kerja (PK).

Pembuatan draf, menurut Yonas, dilakukan bersama dengan Bagian Hukum dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). “Kami tengah membahas draf MoU dan PK yang nantinya akan disepakati bersama dengan manajemen PSIS Semarang,” kata Yonas.

Yonas menjelaskan, dalam draf tersebut akan mengatur tentang taris sewa serta pengenaan pajak tiket pertandingan. Yonas menyebutkan, pihak manajemen PSIS Semarang sudah mengajukan keringanan agar tidak sampai pajaknya sebesar 35 persen.

“Namun, soal pajak ini bukan kewenangan kami. Kewenangannya ada di BPKAD,” beber Yonas.

Yonas mengakui bahwa jadi tidaknya Stadion Moch Soebroto sebagai homebase dari PSIS Semarang mewarnai pemberitaan, mulai dari tidak lolos verifikasi dari PT LIB sampai pembatalan sebagai kandang PSIS.

“Terus terang, kami belum pernah mendapat surat resmi terkait itu semua baik dari PT LIB maupun PSIS. Artinya, stadion kita masih berpeluang dan pekan lalu PSIS Semarang menemui ke kami untuk membicarakan kelanjutan kerja sama,” papar Yonas.

Yonas sendiri mengaku bahwa ada keluhan terkait akses jalan masuk ke stadion yang dinilai kurang. Namun demikian, Yonas menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk membuat rekayasa lalu lintas.

“Solusi masalah jalan masuk dengan rekayasa dan kita punya empat ruas jalan masuk stadion. Soal keamanan penonton di tribun selatan, kami juga sudah buat pagar pengaman di barisan teratas. Itu yang bisa kami lakukan sekarang,” ungkap Yonas.

Kabid Cipta Karya DPU-PR, Puji Hartono mengungkapkan, hari Selasa (20/3) lalu, tim dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) datang ke stadion untuk melakukan verifikasi ulang. Tim verifikasi, menurut Puji, langsung meninjau lapangan dan telah memberitahu kepada pihak pengelola stadion.

“Hanya saja, untuk hasil verifikasi ulangnya bagaimana, belum keluar. Sambil menunggu itu, kami juga sekarang masih menunggu pemberitahuan dari manajemen PSIS Semarang terkait apakah stadion kita ini memenuhi syarat atau belum,” pungkas Puji. (had/lis)