PANEN : Pertanian di Kabupaten Magelang menjadi salah satu sektor unggulan. Memiliki lima gunung yang ada di wilayahnya, sayuran asal Magelang menjadi primadona dan telah tembus pasar nusantara. (ISTIMEWA)
PANEN : Pertanian di Kabupaten Magelang menjadi salah satu sektor unggulan. Memiliki lima gunung yang ada di wilayahnya, sayuran asal Magelang menjadi primadona dan telah tembus pasar nusantara. (ISTIMEWA)
ATRAKSI WISATA : Berbagai even digelar oleh Pemerintah Kabupaten Magelang untuk mendorong perkembangan sektor pariwisata, salah satunya Seribu Lampion Air di Telaga Bleder. Selain itu, juga banyak tumbuh wisata buatan dari masing-masing desa. (ISTIMEWA)
ATRAKSI WISATA : Berbagai even digelar oleh Pemerintah Kabupaten Magelang untuk mendorong perkembangan sektor pariwisata, salah satunya Seribu Lampion Air di Telaga Bleder. Selain itu, juga banyak tumbuh wisata buatan dari masing-masing desa. (ISTIMEWA)

Tiga plafon program unggulan Pemerintah Kabupaten Magelang ada di sektor pariwisata, UMKM, dan pertanian. Ketiganya mulai menunjukkan progress perkembangan yang siginifikan.

RADARSEMARANG.COM – INDIKATOR perkembangan tiga sektor unggulan tersebut sudah mulai terasa. Beberapa destinasi wisata hingga ke pedesaan terus bergeliat. UKM berkompetisi dengan sehat dan terus berkembang. Juga berbagai sektor unggulan komoditas pertanian tetap bertahan di tengah gencarnya arus globalisasi.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga, Iwan Sutiarso, mengatakan, perkembangan dunia pariwisata di Kabupaten Magelang mengalami peningkatan sangat cepat. Hampir dari separoh desa, memiliki objek wisata yang muncul dari masyarakat.

“Artinya, perkembangan pariwisata saat ini sangat pesat. Yang menggembirakan lagi, semua muncul dari masyarakat. Pemerintah saat ini akan terus hadir dan memberikan fasilitasi kepada mereka.”

Dalam catatannya, ada sekitar 180 daya tarik wisata di Kabupaten Magelang. Mulai dari wisata alam hingga wisata buatan. “Itu di luar wisata atraksi yang juga terus kita gencarkan supaya lebih semarak.” Iwan menyebut, hampir semua daya tarik wisata ada di Kabupaten Magelang. “Yang tidak kita punya itu cuma laut. Mau cari apapun ada di Magelang,” tuturnya.

Iwan mencontohkan, Kabupaten Magelang memiliki ratusan wisata alam. Ditopang oleh lima gunung yang mengelilingi, view Kabupaten Magelang dari sisi mana pun, memiliki pemandangan yang indah. “Ada puthuk-puthuk dan gardu pandang alam yang lahir dari masyarakat.”

Tidak hanya itu, ada wisata adventure mulai dari paralayang, jeep offroad, dan arung jeram tersaji di Magelang. Juga wisata religi, dengan banyaknya makam tokoh dan ulama asal Kabupaten Magelang yang hingga saat ini masih banyak dikunjungi peziarah.

Pemkab Magelang, kata Iwan, juga memberikan fasilitasi mulai dari pendampingan hingga bantuan promosi untuk menopang semangat pariwisata di daerahnya. “Di Kabupaten Magelang ada namanya grup Pesona Magelang yang sangat luar biasa. Menjadi etalase pariwisata yang berkesinambungan. Terbukti kemarin grup WA ini menjadi yang terbaik se-Jawa Tengah,” tutur Iwan.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi (Disdagkop) dan UMKM Kabupaten Magelang, Drs Asfuri Muhsis Msi, menyebut ada ribuan UKM di wilayahnya yang eksis. Mereka merupakan soko guru ekonomi yang tangguh, yang mampu bertahan dari himpitan krisis ekonomi.

“Ada ribuan UKM yang sampai saat ini terus eksis dan menghasilkan pengusaha-pengusaha lokal yang tangguh. Pemerintah Kabupaten Magelang terus mensupport perkembangan UKM ini melalui bantuan modal pendampingan dan pemasaran.”

Salah satu upaya Pemkab Magelang, kata dia, adalah menjalin kerja sama dengan Bank Bapas 69 dan Bank Jateng untuk memberikan kredit berbunga paling rendah. Sasarannya, tentu saja para pelaku UKM. Bantuan ini menjadikan pengusaha lokal tumbuh dan berkembang. “Beberapa UKM andalan kita, mulai dari kerajinan tanduk kerbau di Secang, kerajinan berbahan bekas di Salaman, juga banyak lagi UKM asal Kabupaten Magelang yang sudah menembus pasar dunia.” Disisi lain, Pemkab Magelang juga memberikan kemudahan dalam hal perizinan. “Tujuannya, supaya usaha mereka legal,” kata Asfuri.

Di sektor pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Magelang juga terus berupaya mempertahankan produk hasil pertanian semakin baik. Meningkatkan luas lahan pertanian, pemberian bantuan hibah kelompok tani, serta bantuan pupuk dan pemasaran.

Kepala Dinas Pertanian, Wijayanti, menyampaikan, program riil yang dilakukan, salah satunya, menargetkan penambahan luas lahan pertanian untuk tanaman pangan seluas 77.000 hektare dapat tercapai hingga akhir 2017 lalu. Hingga kini, luas tanam telah tercapai seluas kurang lebih 70.000 hektare.

Bertambahnya luas tanam, mampu meningkatkan produksi pangan. Utamanya padi. Sehingga mampu encukupi kebutuhan pangan masyarakat dan mencapai surplus pangan. “Di sisi lain, kita juga perlu memberikan jaminan ketersediaan pupuk dan bibit.” Dampaknya, surplus hingga akhir 2017 lalu, mencapai kurang lebih 140 ribu ton beras. Padahal, sebelum adanya upsus pajale, surplus hanya diraih sekitar 80-100 ribu ton beras.

Pemkab Magelang juga telah menerbitkan Perda Pengembangan Produk Pertanian Berdaya Saing dan Berwawasan Lingkungan. Melalui Perda ini, harapannya kesejahteraan para petani semakin meningkat. Perda tersebut untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian petani. Sehingga kesejahteraan, kualitas, dan kehidupan mereka jauh lebih baik. “Magelang pernah berjaya dengan bawang putihnya dan juga aneka tanaman perkebunan. Kita akan kembalikan kejayaan itu dengan program yang tersistematis dan terukur.” (adv)