MENANAM POHON : Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menanam pohon di sela-sela pengarahan kepada siswa-siswi SMA Taruna Nusantara dalam acara jumpa tokoh nasional (JTN), Senin (19/3). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
MENANAM POHON : Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menanam pohon di sela-sela pengarahan kepada siswa-siswi SMA Taruna Nusantara dalam acara jumpa tokoh nasional (JTN), Senin (19/3). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meminta generasi muda agar mewaspadai pengaruh cyber terutama perkembangan internet yang secara perlahan ikut mengikis pola pikir generasi muda. Terlebih saat ini hampir 51 persen penduduk dunia terhubung dengan jaringan internet dalam kesehariannya.

Hal itu dikatakan saat Panglima TNI memberikan pengarahan kepada siswa-siswi SMA Taruna Nusantara dalam acara jumpa tokoh nasional (JTN), Senin (19/3) di Balairung Pancasila.

Lebih lanjut dikatakan, hampir 51 persen penduduk telah terhubung dengan internet. Waktu yang dihabiskan untuk mengakses internet setiap hari hampir 3/4 hari.

Hadi menjelaskan, adanya kemajuan ini tidak hanya membawa dampak yang baik, tetapi juga berpengaruh buruk. Masyarakat, menurut Hadi, khususnya generasi muda dengan mudah mengakses internet. Mengetahui segala sesuatu dari dunia luar, termasuk paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila.

“Mereka habiskan 3/4 hari hidup di dunia digital, 1/4 harinya untuk dunia nyata. Kemudahan mengakses internet, kita dapat mengetahui berita dari luar, tetapi dampak buruknya juga mudah terpengaruh paham dari luar,” jelas Hadi.

Hadi juga meminta kepada generasi muda untuk bersiap menghadapi Revolusi Industri 4.0. Pasalnya, menurut Hadi, berbagai ancaman akan datang mulai dari cyber crime atau kejahatan siber, ancaman biologis, dan kesenjangan.

Hadi memastikan, pihaknya akan terus melakukan upaya agar ideologi Pancasila dapat terus dipegang kuat oleh generasi muda. Hadi menyebutkan, adanya keberadaan Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) yang dibentuk oleh Presiden Jokowi dengan menggandeng TNI juga akan ikut menguatkan langkah tersebut. “Kita akan sosialisasikan dan kuatkan ideologi pancasila di masyarakat, khususnya generasi muda,” jelas Hadi.

Hadi meminta kepada seluruh generasi muda, terutama siswa-siswi SMA TN yang dididik nilai-nilai karakter, untuk tetap mempertahankan nilai ideologi Pancasila.”Nilai ideologi Pancasila di kalangan generasi muda mengalami penurunan. Sudah terkena ideologi global. Oleh karena itu, kami minta jangan sampai terpengaruh. Generasi muda harus terus mempertahankan nilai ideologi Pancasila, jangan sampai nilai itu luntur,” tandas Hadi.

Sementara, Kepala SMA Taruna Nusantara, Brigjen TNI Purn Soebagio, mengatakan, SMA Taruna Nusantara mendapatkan kehormatan dengan kedatangan Panglima TNI yang hadir secara perseorangan dan memberikan ceramah secara langsung kepada siswa SMA TN.

Soebagio berharap agar seluruh siswa dapat memahami dan melaksanakan instruksi dari Panglima TNI dan meneladani kepemimpinannya.”Kami menyambut baik kedatangan Panglima TNI, Marsekal Hadi. Seperti yang kita ketahui beliau adalah sosok pemimpin yang baik. Dan ini perlu menjadi teladan dan contoh bagi siswa-siswa kami dan seluruh generasi muda,” pungkas Soebagio. (had/lis)