Optimalkan Peran Media

336

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Media adalah ruang publik. Siapa yang paling banyak mengisi ruang publik, akan memenangi opini publik dan menguasai agenda publik. Hal itu diungkapkan Lilik Henry Ristanto, Kabag Humas dan protokol Biro Umum Setda Provinsi Jateng, dalam acara sosialisasi Bakohumas tingkat Kota Salatiga, yang diselenggarakan Bagian Humas protokol Setda Salatiga di Ruang kalitaman Gedung Setda Salatiga, Selasa (21/3).

“Untuk itu marilah kita semua berkomitmen masing-masing OPD untuk mengisi ruang publik”, ungkap Lilik dalam paparannya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa sebagai Humas Pemerintah harus merubah mindset dari reaktif menjadi pro aktif.

Informasi yang diberikan merupakan stimulan bagi masyarakat untuk turut serta dalam partisipasi pembangunan daerah. “Marilah kita kumpulkan ide, pilih yang dapat diaplikasikan, lakukan inovasi, kemudian evaluasi. Gunakan medsos untuk berkomunikasi dua arah dengan publik,” jelas Lilik.

Seperti yang diketahui bersama bahwa saat ini, masyarakat telah memasuki era dimana teknologi komunikasi berkembang dengan sangat cepat. Setiap individu maupun organisasi dituntut untuk melek teknologi dan mampu mengikuti setiap perkembangannya.

Diberlakukannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, juga turut menjadi salah satu faktor yang menuntut setiap organisasi untuk peka terhadap perkembangan teknologi dan konvergensi media.

Acara yang dibuka oleh Wali Kota Salatiga Yuliyanto ini diikuti oleh 83 peserta perwakilan dari OPD maupun Instansi vertikal di kota Salatiga. Bertindak selaku narasumber Lilik henry dari Humas Provinsi jateng dan Daryadi, Asisten 2 Sekda Salatiga.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa perkembangan teknologi juga membuat masyarakat menjadi semakin kritis. Masyarakat mulai menuntut agar segalanya berjalan dengan cepat. Kritik, saran dan masukan juga harus dijawab dengan cepat. “Saya berharap supaya Bapak
Ibu dapat mengoptimalkan media sebagai salah satu upaya untuk membangun citra dan reputasi organisasi. Membangun Kota Salatiga tidak dapat dilakukan oleh satu organisasi saja. Tetapi semua harus nyengkuyung, berperan aktif sesuai porsi masing-masing,” jelas Yuliyanto. (sas/bas)