Kartu Tani akan Jamin Ketersediaan Bibit

271

RADARSEMARANG.COM, PURBALINGGA – Kunjungan Calon Wakil Gubenur Jateng, Taj Yasin ke Pondok Pesantren Sunan Gringsing, Purbalingga dimanfaatkan para petani untuk menyampaikan kondisi yang dialami. Salah satunya, Samian, petani asal Desa Gemuruh, Kecamatan Padamara, Purbalingga.

Anggota Kelompok Tani Mugi Rahayu 3 itu bercerita tentang Kartu Tani dan sulitnya mencari tenaga tanam akhir-akhir ini. “Kalau untuk petani, biasanya menabung dulu baru mendapat pupuk. Kerepotannya disitu, kalau dulu ada uang dapat pupuk,” katanya, Rabu (21/3). Keberadaan Kartu Tani, lanjutnya, menjamin petani mendapat pupuk.

Saat ini yang menjadi permasalahan adalah susahnya mencari tenaga kerja tanam dan mencari bibit. “Tenaga kerja tanam jumlahnya makin menurun. Di wilayah Gemuruh, baiknya bagaimana, diberi mesin tanam atau ada solusi lainnya,” tanya Samian.

Mendapat pertanyaan tersebut, Gus Yasin menegaskan Kementerian Pertanian hingga saat ini tidak mencabut subsidi bibit. “Dengan adanya laporan ini, justru menjadi pertanyaan kenapa bibit susah dicari? Nanti kami periksa akar masalahnya,” terangnya.

Dijelaskan, pada masa mendatang, permasalahan bibit subsidi juga akan masuk Kartu Tani. Diakuinya, belum semua permasalahan pertanian sudah ditampung Kartu Tani. “Permasalahan subsidi seperti gas melon, mestinya untuk orang yang membutuhkan. Nanti ini diatur di Kartu Tani sesuai kebutuhan petani, seperti pupuk atau bibit,” katanya.

Pasangan Ganjar Pranowo itu juga menyinggung tren masyarakat Jawa Tengah yang meninggalkan pertanian. Ia menuturkan pemerintah akan mendorong masyarakat Jateng kembali ke habitatnya dan menjamin pertanian. “Bahkan sekarang buruh tani lebih mahal dari buruh bangunan,” tambahnya.

Yasin menuturkan pada 2016 Pemprov Jateng sudah punya Perda Pertanian tentang jaminan pemerintah membeli hasil panen dan asuransi petani. “Namun, belum bisa dilaksanakan hingga sekarang karena pemerintah pusat belum ada aturannya,” ucapnya. Ia mengatakan, pemerintah selalu memikirkan petani dan mencari solusi untuk setiap permasalahan yang terjadi.

Selain bertemu petani, Gus Yasin juga bersilaturahmi dengan MUI Purbalingga di kediaman Kiai Rokhib Sokawera, Padamara. Dia juga menghadiri Deklarasi Santri Gayeng di Pondok Pesantren Darul Falah, Karang Gambas, Padamara. (amh/ric)