Kartu Tani akan Jamin Ketersediaan Bibit

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, PURBALINGGA – Kunjungan Calon Wakil Gubenur Jateng, Taj Yasin ke Pondok Pesantren Sunan Gringsing, Purbalingga dimanfaatkan para petani untuk menyampaikan kondisi yang dialami. Salah satunya, Samian, petani asal Desa Gemuruh, Kecamatan Padamara, Purbalingga.
Anggota Kelompok Tani Mugi Rahayu 3 itu bercerita tentang Kartu Tani dan sulitnya mencari tenaga tanam akhir-akhir ini. “Kalau untuk petani, biasanya menabung dulu baru mendapat pupuk. Kerepotannya disitu, kalau dulu ada uang dapat pupuk,” katanya, Rabu (21/3). Keberadaan Kartu Tani, lanjutnya, menjamin petani mendapat pupuk.
Saat ini yang menjadi permasalahan adalah susahnya mencari tenaga kerja tanam dan mencari bibit. “Tenaga kerja tanam jumlahnya makin menurun. Di wilayah Gemuruh, baiknya bagaimana, diberi mesin tanam atau ada solusi lainnya,” tanya Samian.
Mendapat pertanyaan tersebut, Gus Yasin menegaskan Kementerian Pertanian hingga saat ini tidak mencabut subsidi bibit. “Dengan adanya laporan ini, justru menjadi pertanyaan kenapa bibit susah dicari? Nanti kami periksa akar masalahnya,” terangnya.
Dijelaskan, pada masa mendatang, permasalahan bibit subsidi juga akan masuk Kartu Tani. Diakuinya, belum semua permasalahan pertanian sudah ditampung Kartu Tani. “Permasalahan subsidi seperti gas melon, mestinya untuk orang yang membutuhkan. Nanti ini diatur di Kartu Tani sesuai kebutuhan petani, seperti pupuk atau bibit,” katanya.
Pasangan Ganjar Pranowo itu juga menyinggung tren masyarakat Jawa Tengah yang meninggalkan pertanian. Ia menuturkan pemerintah akan mendorong masyarakat Jateng kembali ke habitatnya dan menjamin pertanian. “Bahkan sekarang buruh tani lebih mahal dari buruh bangunan,” tambahnya.
Yasin menuturkan pada 2016 Pemprov Jateng sudah punya Perda Pertanian tentang jaminan pemerintah membeli hasil panen dan asuransi petani. “Namun, belum bisa dilaksanakan hingga sekarang karena pemerintah pusat belum ada aturannya,” ucapnya. Ia mengatakan, pemerintah selalu memikirkan petani dan mencari solusi untuk setiap permasalahan yang terjadi.
Selain bertemu petani, Gus Yasin juga bersilaturahmi dengan MUI Purbalingga di kediaman Kiai Rokhib Sokawera, Padamara. Dia juga menghadiri Deklarasi Santri Gayeng di Pondok Pesantren Darul Falah, Karang Gambas, Padamara. (amh/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -