Jangan Jadi Kota Ampiran

284

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) terus menyiapkan destinasi, atraksi dan aksesbilitas untuk menjadikan Semarang sebagai kota wisata. Termasuk perbaikan bandara yang ada di Semarang.

”Kita juga sudah membuka link-link penerbangan dengan daerah lain. Kemudian nanti juga dengan negara-negara di ASEAN,” jelas Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Masdiana Safitri.

Sebagai kota tujuan pariwisata, bukan sebagai transit, maka dapat menggerakkan roda perekonomian di Semarang. ”Sebagai contoh, dengan datangnya para wisatawan, maka hotel, restoran, handycraft akan laku. Ini kan akan menggerakkan semua roda,” jelas

Menuju kota tourism, pemkot memberikan prioritas kepada Kota Lama sebagai Kota Pusaka Warisan Dunia untuk membuat Semarang tidak hanya menjadi kota ampiran. Selain kota lama, destinasi wisata yang akan terus dikembangkan di antaranya Pasar Digital Tinjomoyo dan Desa Wisata Kandri.

Meskipun demikian, bukan berarti Pemkot melupakan destinasi wisata lainnya. Pemerintah tetap mendorong semua destinasi wisata yang ada, baik milik pemerintah maupun yang dikelola swasta untuk mendongkrak jumlah wisatawan di Semarang.

”Pemerintah dalam hal ini tentu tidak dapat berjalan sendirian. Kami membutuhkan dukungan masyarakat dan berbagai pihak. Mulai dari komunitas, organisasi dan pihak lainnya untuk dapat berjalan bersama untuk membuat Semarang menjadi kota yang lain daripada yang lain,” jelasnya.

Termasuk dalam hal promosi, pemerintah kota juga membutuhkan peran serta masyarakat. Bentuk paling sederhana adalah dengan menyampaikan cerita menarik tentang Semarang. Saat ini, dijelaskan Masdiana, masyarakat kian mudah membantu dalam promosi pariwisata seiring dengan kemajuan teknologi.

”Salah satunya ketika mengunggah foto di Instagram dan memberikan tanggapan baik dalam foto tersebut. Ini sudah sangat membantu kami mempromosikan wisata kota Semarang,” jelasnya. (sga/ton)