33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Isna Batik, 30 Tahun Tekuni Motif Batik Dayak

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Kabupaten Pekalongan memang layak menyandang Kota legenda batik  Nusantara, bukan hanya karena banyak banyak motif batik yang berasal dari Kabupaten Pekalongan, namun juga karena banyaknya perajin batik yang mempunyai keahlian yang tidak dimiliki oleh Kota atau Kabupaten manapun.
Salah satu contoh adalah batik dengan motif Dayak Kalimantan, telah diproduksi oleh perajin batik Khaerurory, 55, warga Kelurahan Bener, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, sejak 30 tahun yang lalu hingga saat ini.
Semua jenis motif Dayak Kalimantan, mulai dari motif Naga Balimbur, Jajumputan, Turun Dayang, Daun Jaruju, Kambang Tanjung, Bayam Raja hingga jenis Dayak Ngaju yang mendiami daerah aliran sungai Kapuas, Kahayan, Rungan Manuhing, Barito dan Katingan.
Bahkan motif batik Shaho yang memiliki ciri khas dalam hal pewarnaan, dengan bahan serbuk kayu ulin asli, yang dihasilkan dari tanaman khas Kalimantan, dengan warna dominasi coklat seperti kayu diproduksi pula oleh pengrajin Khaerurozy pemilik rumah Isna Batik.
Bermula ketika pada tahun 1985, rumah perajin batik milik orang tuanya di Kelurahan Bener, kedatangan tamu dari Kalimantan Timur yang minta dibuatkan desain motif Dayak, yang akan digunakan untuk seragam para PNS di lingkungan Provinsi Kalimantan Timur, dengan catatan waktu pembuatan tidak lebih dari dua bulan.
Berbekal dari motif yang ada, akhirnya batik tulis motif Dayak itu dibuat sebagai contoh, yakni untuk kemeja dan kain. Ternyata hasil karya desain motif Dayak perajin batik Khaerurozy, sangat disukai oleh warga Kalimantan, karena keindahan lekukan motif dan pewarnaanya yang unik, bahkan melebihi keindahan dari motif aslinya.
“Setiap lekukan motif batik Dayak itu mempunyai arti tersendiri, dan tidak boleh dikombinasi dengan motif lain karena mempunyai filosif yang berbeda. Dalam membuat motif batik Dayak, saya berpegang pada filosif dari masyarakat Dayak itu sendiri. Sehingga batik motif Dayak saya diterima dan bertahan lebih dari 30 tahun,” ungkap pemilik rumah Isna Batik, Rabu (21/3) kemarin.
Batik motif Dayak karya dari Isna Batik Pekalongan, bukan hanya dijadikan sebagai oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, namun juga dikoleksi oleh beberapa pengusaha dan para pencinta batik Dayak karena keunikan motif dan ciri khas warnanya yang tidak dimiliki batik di daerah manapun. (thd/adv/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sasar Mahasiswa, Yamaha Kenalkan Lexi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Segmen mahasiswa tak luput menjadi sasaran pasar Yamaha karena dianggap potential buyer. Apalagi saat ini kendaraan roda dua menjadi moda transportasi...

Karaoke Tutup Sebulan Penuh Selama Ramadan

WONOSOBO – Pemilik usaha karaoke di Wonosobo harus siap-siap menganggur sebulan penuh menjelang Lebaran. Sesuai Peraturan Daerah (Perda) No 3 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan...

MKH Beri Sanksi 31 Hakim

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sepanjang 2009-2017 secara nasional ada 31 hakim yang sudah dijatuhi sanksi pemberhentian tetap dalam sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH) yang diadakan...

Pimpin Kirab Merah Putih, Hendi Serukan 'Jas Merah'

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memimpin masyarakat Kota Semarang mengikuti Kirab Merah Putih, Kamis (1/3). Tak kurang dari 700 orang dari berbagai...

Bahan Bakar BRT Dikonversi ke BBG

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggandeng Pemkot Toyama Jepang merevitalisasi sistem bahan bakar Bus Rapid Transit (BRT) dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan...

Jaga Kerukunan dengan Kirab Merah Putih

BATANG-Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menggelar berbagai macam kegiatan. Salah satunya Kirab Merah Putih, sebagai bentuk dukungan kepada Negara...