Isna Batik, 30 Tahun Tekuni Motif Batik Dayak

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Kabupaten Pekalongan memang layak menyandang Kota legenda batik  Nusantara, bukan hanya karena banyak banyak motif batik yang berasal dari Kabupaten Pekalongan, namun juga karena banyaknya perajin batik yang mempunyai keahlian yang tidak dimiliki oleh Kota atau Kabupaten manapun.
Salah satu contoh adalah batik dengan motif Dayak Kalimantan, telah diproduksi oleh perajin batik Khaerurory, 55, warga Kelurahan Bener, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, sejak 30 tahun yang lalu hingga saat ini.
Semua jenis motif Dayak Kalimantan, mulai dari motif Naga Balimbur, Jajumputan, Turun Dayang, Daun Jaruju, Kambang Tanjung, Bayam Raja hingga jenis Dayak Ngaju yang mendiami daerah aliran sungai Kapuas, Kahayan, Rungan Manuhing, Barito dan Katingan.
Bahkan motif batik Shaho yang memiliki ciri khas dalam hal pewarnaan, dengan bahan serbuk kayu ulin asli, yang dihasilkan dari tanaman khas Kalimantan, dengan warna dominasi coklat seperti kayu diproduksi pula oleh pengrajin Khaerurozy pemilik rumah Isna Batik.
Bermula ketika pada tahun 1985, rumah perajin batik milik orang tuanya di Kelurahan Bener, kedatangan tamu dari Kalimantan Timur yang minta dibuatkan desain motif Dayak, yang akan digunakan untuk seragam para PNS di lingkungan Provinsi Kalimantan Timur, dengan catatan waktu pembuatan tidak lebih dari dua bulan.
Berbekal dari motif yang ada, akhirnya batik tulis motif Dayak itu dibuat sebagai contoh, yakni untuk kemeja dan kain. Ternyata hasil karya desain motif Dayak perajin batik Khaerurozy, sangat disukai oleh warga Kalimantan, karena keindahan lekukan motif dan pewarnaanya yang unik, bahkan melebihi keindahan dari motif aslinya.
“Setiap lekukan motif batik Dayak itu mempunyai arti tersendiri, dan tidak boleh dikombinasi dengan motif lain karena mempunyai filosif yang berbeda. Dalam membuat motif batik Dayak, saya berpegang pada filosif dari masyarakat Dayak itu sendiri. Sehingga batik motif Dayak saya diterima dan bertahan lebih dari 30 tahun,” ungkap pemilik rumah Isna Batik, Rabu (21/3) kemarin.
Batik motif Dayak karya dari Isna Batik Pekalongan, bukan hanya dijadikan sebagai oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, namun juga dikoleksi oleh beberapa pengusaha dan para pencinta batik Dayak karena keunikan motif dan ciri khas warnanya yang tidak dimiliki batik di daerah manapun. (thd/adv/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -