APRESIASI WP – Gebyar Wajib Pajak PBB yang digelar di Pendopo Kantor Bupati Batang Rabu (21/3) kemarin untuk memberi penghargaan pada wajib pajak (WP). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
APRESIASI WP – Gebyar Wajib Pajak PBB yang digelar di Pendopo Kantor Bupati Batang Rabu (21/3) kemarin untuk memberi penghargaan pada wajib pajak (WP). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM , BATANG – Sebagai bentuk apresiasi bagi wajib pajak yang telah sukarela dan patuh membayar lunas paling cepat pajak bumi dan bangunan (PBB), Pemerintah Kabupaten Batang memberikan hadiah langsung. Baik kepada wilayah maupun kepada perusahaan swasta di daerah setempat.

“Ini bagian dari agenda rutin kami mengapresiasi wajib pajak yang tertib. Bagi yang paling cepat melunasi pajak, akan dapat  hadiah dan insentif,” ucap Bupati Batang Wihaji saat acara Gebyar Wajib Pajak PBB di Pendopo Kantor Bupati setempat, Rabu (21/3).

Acara tersebut, kata bupati juga sebagai media untuk menyosialisasikan pentingnya membayar pajak. Karena pajak yang dibayarkan juga untuk menyukseskan pembangunan Kabupaten Batang. Hasil pemungutan pajak masyarakat akan dikembalikan lagi dalam bentuk dana desa, maupun alokasi dana lain. Untuk itu Wihaji berharap, semua desa maupun kelurahan bisa membayar PBB-nya 100 persen.

“Namun tidak dipungkiri di wilayah Kota Batang paling susah untuk bisa mencapai 100 persen. Tapi saya juga apresisasi kepada kepala desa. Demi kebaikan lunas PBB, mereka melakukan konsolidasi dengan masyarakat, sehingga pajaknya dilunasi dulu oleh kepala desanya,” ungkap Wihaji.

Target Pemkab Batang, pada 2018 ini bisa mencapai Rp 23.679.183.433. Sampai bulan Maret , sudah ada 32 desa dan perusahaan yang membayar PBB, dengan totalnya mencapai Rp 4,5 miliar.

“Kalau melihat dari kuantitas lebih banyak tahun ini, kalau tahun kemarin bulan Maret baru mencapai Rp1,9 miliar,” kata Wihaji.

Lebih lanjut, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Batang, Bambang Supriyanto mengatakan, acara tersebut  juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan publik khususnya PBB. Juga optimalisasi potensi PBB-PP sesuai kondisi obyektif Kabupaten Batang.

Untuk potensi PBB-PP dari waktu ke waktu, disebutkan dia, memang mengalami peningkatan. Dari tahun 2016 dengan target Rp 19 miliar mampu merealisasikan sekitar Rp 18,2 miliar, untuk 2017 ditargetkan Rp 20 miliar tercapai sekitar Rp 20,7 miliar.

“Kami harapkan peran kepala desa dan wajib pajak baik perorangan ataupun perusahaan untuk ikut menyukseskan target pembayaran PBB-PP, sehingga di tahun ini target bisa terlampaui, ” tutupnya. (han/lis)