Warga Ultimatum PT SMJ

Imbas Irigasi Sawah Tertutup Material Proyek Tol

1325
PROTES: Puluhan warga Desa Pododadi Kecamatan Sragi, bersama Camat Dragi menuntut agar PT SMJ memperbaiki irigasi dampak dari pembangunan proyek tol. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROTES: Puluhan warga Desa Pododadi Kecamatan Sragi, bersama Camat Dragi menuntut agar PT SMJ memperbaiki irigasi dampak dari pembangunan proyek tol. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Puluhan petani dari tiga desa yaitu Desa Pododadi, Desa Gebangkerep dan Desa Kedungjaran, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan mendatangi Posko PT Sumber Mitra Jaya (SMJ) karena merasa saluran irigasi mereka tertimbun matrial tanah dan batu proyek pembangunan jalan tol Pemalang-Batang.

Kedatangan para petani Selasa (20/3) kemarin memprotes dan menuntut PT SMJ, untuk membersihkan dan memperbaiki irigasi sawah yang rusak dan tertimbun matrial tanah yang berakibat sawah petani seluas 40 hektare tidak lagi dapat ditanami padi karena tidak ada air.

Sekretaris Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Pekalongan Bahurekso, Sarijo mengungkapkan, masing-masing desa sudah berulang kali mengajukan surat ke pada PT SMJagar segera dilakukan perbaikan irigasi sawah. Mengingat sebentar lagi akan dilakukan masa tanam kedua. “Namun surat tersebut tidak pernah direspon, dan beberapa kali mediasi selalu gagal tanpa hasil,” katanya.

Menurutnya jika kedatangan petani dan warga ke Posko PT SMJ tidak juga direspon, maka pihaknya akan mengerahkan massa untuk memblokir armada proyek yang masuk ke wilayah Kecamatan Sragi hingga tuntutan mereka terpenuhi.

“Kami hanya minta agar irigasi yang rusak karena adanya proyek pembangunan jalan tol segera diperbaiki karena sawah Desa Pododadi dan desa lainnya di Kacamatan Srgai kesulitan air, padahal sawah mereka berdekatan dengan sungai, PT SMj harus bertanggungjawab,” lanjut Sarijo.

Sementara itu, Perwakilan dari PT SMJ, Erik, menegaskan bahwa pihaknya akan menyanggupi semua tuntutan warga dan akan memilah irigasi mana  yang rusak karena imbas dari proyek pembangunan jalan toldan mana irigasi yang memang rusak sebelumnya.

Menurutnya pihak akan segera melakukan tindakan nyata, agar petani bisa kembali bekerja dan menanam di sawahnya. Untuk itu pihaknya akan segera berkoordinasi dengan managemen PT SMJ.“Kita akan penuhi tuntutan agar petani bisa kembali menanam padinya, langkah awal kita akan menyediakan alat penyedot air, agar air bisa mengalir ke sawah,” tegas Erik. (thd/bas)