Tertantang Bikin Film tentang Pikun

239
Milda Darmayanti (DOKUMEN PRIBADI)
Milda Darmayanti (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – FILM pendek acap disebut sebagai salah satu media penyampai pesan kepada publik. Film dirasa menjadi media lengkap, karena selain menampilkan audio, juga terdapat visual yang jelas untuk membuat penontonnya lebih meresapi pesan yang ingin disampaikan oleh si pembuat.

Inilah yang mendasari Milda Darmayanti, mahasiswi jurusan Broadcasting Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang ini memilih membuat film sebagai Tugas Akhirnya (TA). Kerumitan memproduksi film tidak menjadi halangan baginya.

“Bikin film itu menantang dan memang dalam tujuan menyelesaikan studi di Udinus. Hanya saja tema yang saya ambil ada pesannya sendiri,” ujarnya.

Butuh tekad yang besar dan ketekunan dalam memproduksi sebuah film. Selain itu, lanjut dia, membuat film juga butuh kerja sama antar kru yang nantinya berdampak pada produksi film semakin lancar.

Milda mengaku kuliah di jurusan Broadcasting membuatnya paham seluk beluk proses pembuatan film. Ia bersama dua orang temannya, mengerjakan keseluruhan proses mulai dari konsep, penelitian di lapangan, hingga pembagian materi dengan kru.

“Saya bersama dua orang teman membuat film tentang Alzheimer,” ujar dara kelahiran 27 Maret 1995 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Milda mengatakan, ada alasan tersendiri dari pemilihan tema tentang Alzheimer. Salah satunya karena banyak yang menganggap pikun merupakan hal yang biasa terjadi, dan menyerang kalangan lansia. Alzheimer sendiri merupakan salah satu jenis demensia yang ditandai dengan melemahnya daya ingat seseorang.

“Saya sengaja memilih membuat film tentang Alzheimer karena banyak orang menganggap pikun itu hal yang biasa di kalangan lansia,” jelas Milda.

Padahal, lanjut dia, seharusnya kita tidak boleh maklum dengan pikun, karena memang ada satu penyakit yang jarang banget kita tahu. Dalam proses produksi film ini, Milda berperan sebagai script writer atau penulis naskah film. “Saya yang menyiapkan segala sesuatu berkaitan dengan naskah. Tapi juga tetap bantu jobdesk lainnya, demi kerja tim yang baik untuk kemajuan TA kami,” tandasnya. (tsa/aro)