Puting Beliung Sapu Klaten, Seorang Dilarikan ke RS

188

Angin Puting Beliung Melanda Tulung

KLATEN – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kecamatan Tulung, Klaten, Rabu sire (21/3) pukul 16.00 WIB. Imbasnya, sejumlah rumah rusak tertimpa pohon tumbang.

(ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Rumah tersebut milik warga di Desa Mundu dan Desa Kemiri. Berdasarkan laporan yang diterima Tim Reaksi Cepat (TRC), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, dua rumah rusak berat, dua rumah rusak sedang, dan tiga rumah rusak ringan di dua desa tersebut.

Bahkan salah seorang warga, Astuti yang tinggal di Desa Mundu mengalami luka ringan. Tertimpa genting dan sudah mendapatkan pertolongan pertama di RS PKU Muhammadiyah Jatinom.

“Pohon besar menimpa bangunan utama milik korban dan menimpa sejumlah perabotan dan barang elektronik. Di Mundu juga dilaporkan terdapat dua rumah rusak sedang dan tiga rumah lainnya rusak ringan karena tertimpa pohon,” jelas Kepala BPBD Klaten, Bambang Giyanto kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (21/3)

Sedangkan di Desa Kemiri sendiri beberapa pohon tumbang menutup jalan penghubung antar kampung. Termasuk menimpa jaringan listrik milik PLN. Petugas PLN dibantu dengan BPBD Klaten, relawan, TNI, Polri dan warga sebagian sudah berhasil menangangani beberapa titik.

Bambang mengatakan upaya penanganan darurat yang telah dilakukan BPBD Klaten yakni melakukan penanganan darurat serta assessment awal kejadian. Termasuk melanjutkan penanganan awal bersama relawan, TNI, Polri. Dari laporan awal tersebut belum ada laporan pengungsian.

Sementara itu, Camat Tulung Rohmat Sugiarto saat dikonfirmasi menambahkan, dua desa lainnya terkena puting beliung. Yakni Desa Pomah dan Desa Sedayu. Rata-rata rumah mengalami rusak sedang akibat tertimpa pohon.

“Untuk jumlah total rumah yang tertimpa dan kerugiannya di empat desa itu masih dalam proses perhitungan. Nantinya data ini akan kami laporkan ke Bupati,” jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya menghimbau kepada warga yang kediamannya dikelilingi pepohonan yang tinggi dan membahayakan rumah segera untuk ditebang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tumbangnya pohon susulan di saat puting beliung tiba.

(rs/ren/fer/JPR)

Silakan beri komentar.