Pembersihan Enceng Gondok Dikebut

210

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sudah satu tahun dilakukan, pembersihan enceng gondok di waduk Rawapening baru mencapai 80 hektare. Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Semarang, Mundjirin, Selasa (20/3).

Dijelaskan Mundjirin pihaknya terus menggenjot proses pembersihan enceng gondok di waduk Rawapening. “Enceng gondok memang persoalan lama, dan hingga kini memang belum selesai,” ujar Mundjirin.

Hasil pembersihan enceng gondok sebesar 80 hektare tersebut dilakukan dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Dikatakannya, Pemkab Semarang ditarget oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dapat menyelesaikan proses pembersihan enceng gondok dalam kurun waktu 3 tahun.

“Kami ditarget Kementerian PUPR untuk membersihkan enceng gondok di Rawapening. Dimana kita ditarget selama tiga tahun harus selesai,” ujarnya.

Jika diestimasikan dari target Kementerian PUPR tersebut proses pembersihan enceng gondok dalam satu hari harus menyelesaikan 1 hektare.“Satu hari targetnya 1 hektare dibersihkan enceng gondoknya. Ini sudah satu tahun baru 80 hektar,” katanya.

Target sehari 1 hektare tersebut, menurut Mundjirin memang sulit. Mengingat dalam proses pembersihan tersebut juga harus memperhitungkan dimana enceng gondok yang sudah diambil, selanjutnya dibuang.“Itu sangat sedikit selesai, karena targetnya itu 800 hektar,” ujarnya.

Selain enceng gondok, lanjutnya, persoalan sedimentasi di waduk Rawa pening juga menjadi prioritas. Dikatakan Mundjirin pengangkatan enceng gondok dari waduk Rawapening, sudah berlangsung sejak Januari 2017.  “Termasuk penataan bukit cinta, kita sudah membebaskan tanah untuk diperluas menggunakan APBD dua,” katanya. (ewb/bas)