Yasin Gagas Perda Pendidikan Agama

155
SILATURAHMI : Gus Yasin ketika mengunjungi KH Muhammad Jarir di Pondok Pesantren Nurul Islam Kabupaten Cilacap, kemarin. (ISTIMEWA)
SILATURAHMI : Gus Yasin ketika mengunjungi KH Muhammad Jarir di Pondok Pesantren Nurul Islam Kabupaten Cilacap, kemarin. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Cawagub Jateng nomor urut 1, Taj Yasin Maimoen menggagas Peraturan Daerah (Perda) tentang Pendidikan Agama. Perda tersebut digadang-gadang mampu meningkatkan kapasitas pendidikan karakter, terutama di Jateng.

Menurut pasangan Ganjar Pranowo ini, Perda tersebut dibutuhkan karena melihat tujuan pemerintah dengan pendidikan karakternya sudah ada di Madrasah Diniyah ataupun pondok pesantren. Dengan begitu, pemerintah bisa ikut berperan memperkuat pendidikan karakter yang sudah mulai berjalan. “Kalau soal pendidikan karakter, madrasah dan pondok pesantren sudah diakui,” ujarnya, Senin (19/3).

Ide tersebut disampaikan Gus Yasin saat mengunjungi KH Muhammad Jarir di Pondok Pesantren Nurul Islam dan KH Hasan Mustaqim di Kabupaten Cilacap. Yasin disambut ratusan santri yang rela antre untuk menyalami putra dari ulama kharismatik asal Rembang, KH Maimoen Zubair itu.

Menurut Yasin, pentingnya perda tentang pendidikan agama tersebut karena sistem belajar mengajar di pendidikan formal terlalu sering bergonta-ganti. Padahal ujungnya sama yaitu pendidikan karakter. Ia berharap jika ada perda tentang pendidikan agama, sehingga bisa jadi satu solusi untuk memperkuat karakter. “Kemarin belum masuk prolegda, program legislatif daerah, semoga saat jadi eksekutif bisa kami dorong lagi,” paparnya.

“Yang jelas saya titipkan pondok pesantren dan mohon full day school dikaji ulang,” kata KH Muhammad Jarir.

Dia pun mengakui jika penerapan full day school berdampak pada sejumlah madrasah di Cilacap. Di hadapan Yasin, KH Muhammad Jarir dan KH Hasan Mustaqim menyatakan akan mengajak saudara-saudaranya untuk mendukung pasangan Ganjar dan Yasin. Menurut mereka, Ganjar-Yasin dianggap akan membawa suara Nahdlatul Ulama. (amh/ric)