Sampangan Kembangkan Pengaduan Warga Online

237
PENILAIAN : Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan perangkat IT Pelayanan Masyarakat Kelurahan Sampangan kepada Ketua Tim Penilai  Pemilihan Pelaksana Terbaik Gotong Royong Masyarakat Tingkat Provinsi Jateng. (IST)
PENILAIAN : Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan perangkat IT Pelayanan Masyarakat Kelurahan Sampangan kepada Ketua Tim Penilai  Pemilihan Pelaksana Terbaik Gotong Royong Masyarakat Tingkat Provinsi Jateng. (IST)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang mengembangkan sistem pengaduan warga elektronik guna mempercepat penanganan terhadap berbagai permasalahan. Sistem bernama Aspirasi, Usulan, dan Harapan (Asupan) tersebut banyak dimanfaatkan warga untuk melaporkan kondisi infrastruktur yang rusak kepada Kelurahan.

Melalui sistem tersebut, warga kerap memotret kondisi jalan, jembatan, saluran, maupun talud yang rusak. Foto tersebut lantas dikirimkan melalui aplikasi disertai nama, dan lokasi infrastruktur yang rusak. Tak hanya itu, Sampangan juga memiliki aplikasi surat pengantar RT/RW elektronik. Dengan permohonan online tersebut, warga tak harus datang ke Ketua RT/RW untuk mengurus surat-surat.

Plh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan warga Kelurahan Sampangan dikenal inovatif. “Selain inovasi surat pengantar RT/RW berbasis online, disini  ada pengembangan UMKM brambang goreng, dan bandeng presto. Selain itu ada sistem pilah dan pengolahan sampah,” ujarnya saat menghadiri Penilaian Pemilihan Pelaksana Terbaik Gotong Royong Masyarakat tingkat Jateng 2018 di Kelurahan Sampangan, Senin (19/3).

Selain itu lanjutnya warga Sampangan juga dikenal gemar bergotong royong di bidang kemasyarakatan, ekonomi, lingkungan, maupun sosial budaya. Kelurahan Sampangan tahun ini menjadi salah satu finalis Pelaksana Terbaik Gotong Royong Masyarakat tingkat Jateng 2018 untuk tingkat Kelurahan. Finalis lainnya adalah Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang dan Kelurahan Pesurungan Kidul, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.

Untuk kategori desa, finalisnya Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Desa Plumbon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, dan Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. “Kami menargetkan Sampangan meraih juara pertama,” kata Ita, panggilan akrab Hevearita.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan, dan Catatan Sipil  (Dispermadesdukcapil) Jateng, Agus Suranta mengatakan dalam penilaian, pihaknya berharap ada model-model gotong royong yang menarik dan inovatif. “Penilaiannya sesuai panduan, namun kami berupaya mencari yang inovatif misalnya dari sisi lingkungan hidup. Juga pengembangan ekonomi kreatif,” katanya.

Dia mengaku terkesan dengan Kelurahan Sampangan. Sebab meski lokasinya di tengah kota, semangat gotong royong warganya masih terjalin dengan baik. “Bahkan ada pemilahan dan pengolahan sampah komunal. Warga yang bergotong royong usianya bervariasi dari tua sampai muda,” katanya. (ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here