LRKI Akan Gugat Perda KTR

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemberlakukan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 3 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Semarang menjadi sorotan banyak pihak.
Dalam Perda KTR tersebut, perokok bakal dikenai sanksi tindak pidana ringan (tipiring) berupa kurungan badan maksimal tiga bulan dan/atau denda maksimal Rp 50 juta. Ini dinilai tidak memenuhi prinsip keadilan. Penegakan Perda itu sendiri dibiayai menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemkot Kota Semarang.
Selain itu, penegakan Perda KTR tersebut tidak dibarengi dengan penyediaan fasilitas ruang khusus merokok sebagai hak para perokok. Sekretariat Jenderal Lembaga Konsumen Rokok Indonesia (LRKI) menyatakan akan melayangkan gugatan ke Kementerian Dalam Negeri agar ada pembatalan atau revisi.
Sekretaris Jenderal LRKI, dr. Tony Priliono mengatakan, peraturan daerah di berbagai kabupaten/kota di Indonesia dinilai diskriminatif terharap hak-hak perokok. “Penyediaan ruang merokok seharusnya ada beriringan dengan penegakan Perda,” katanya.
Perda KTR tersebut dinilai sarat dengan unsur diskriminatif. Salah satunya terletak pada sanksi orang yang melanggar. Dalam Perda KTR terdapat sanksi tindak pidana ringan (tipiring) bagi pelanggar dengan sanksi kurungan badan maksimal tiga bulan dan/atau denda maksimal Rp 50 juta. Padahal di dalam UU 8/1981 tentang Hukum Acara Pidana, denda maksimal Rp 7.500, sedangkan batas maksimal kurungan badan sama dengan Perda.
“Sebagian besar Perda KTR di Indonesia itu melampaui kewenangan aturan di atasnya. Itu yang mau kami kritisi agar tercipta keseimbangan antara hak dan kewajiban,” katanya.
Lebih lanjut, kata dr. Tony, UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 yang menjadi konsideran atau pertimbangan Perda KTR juga tak diatur soal sanksi baik bersifat administratif maupun pidana. Di dalam Pasal 115 ayat 2 UU 36/2009 hanya mengatur kewajiban daerah untuk menetapkan kawasan tanpa rokok. Sehingga, menurut dia, Perda KTR yang ada saat ini sangat layak untuk dievaluasi. “Saya yakin, perokok sadar betul terhadap kawasan larangan seperti sekolah dan tempat anak-anak berkumpul,” katanya.
Penyediaan ruangan merokok, kata dia, merupakan kewajiban sebagaimana diamanatkan Perda KTR itu. Pada Pasal 10 ayat 3 huruf a, huruf b, huruf c dan huruf d menjelaskan kewajiban tersebut. Namun, di Balai Kota tidak disediakan. Padahal, beberapa dinas di komplek Balai Kota Semarang telah ditetapkan sebagai KTR.
Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Semarang, Purwanti mengakui, sejauh ini belum ada ruang khusus merokok di Balai Kota Semarang.
“Program pembuatan ruangan merokok di Balai Kota Semarang pada tahun ini tidak ada. Begitu juga pada tahun lalu. Ya, nanti akan kami bicarakan, kalau memang diperlukan ruangan merokok,” ujarnya. (amu/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -