Kekurangan Atlet Difabel

173

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Atlet berkebutuhan khusus Jateng bisa dibilang sangat kurang. Bahkan, Jateng tidak bisa mengikuti semua cabang olahraga (cabor) yang dibuka dalam Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Special Olympic Indonesia (Soina) 2018 yang digelar di Pekanbaru dan Kepulauan Riau, Juli mendatang.

Kasie Olahraga Pendidikan dan Prestasi Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Kuncoro Dwi Wibowo menjelaskan, sebenarnya ada 12 cabor yang dipertandingkan di Pornas Soina. Tapi karena keterbatasan atlet, Jateng hanya mampu mengikuti 6 cabor saja. Yakni atletik, renang, tenis meja, bulutangkis, futsal, dan boci. “Kontingen yang diberangkatkan ada 61 orang. Itu atlet dan official,” terangnya, Senin (19/3).

Diakui, sebenarnya ada keinginan untuk mengikuti semua cabor yang disediakan. “Yang kami tidak ikutkan ada basket, voli, sebakbola, dan lain-lain. Nah, cabor itu kan butuh banyak atlet. Jadi tidak mungkin,” imbuhnya.

Keterbatasan jumlah atlet tersebut, lanjutnya, disebabkan karena pembibitan yang kurang optimal. Dia pun menyinggung jika kabupaten/kota memang kurang serius menyiapkan atlet berkebutuhan khusus. “Untuk Pornas tahun ini, merupakan kali pertama yang memberangkatkan pemprov. Sebelumnya, dari swadaya Pengprov Soina Jateng,” bebernya.

Meski begitu, pihaknya tetap optimistis Jateng punya kekuatan dalam Pornas Soina 2018. Sebagai persiapan, pihaknya menggelar Pekan Olahraga Daerah tingkat Jateng, Senin-Kamis (19-22/3). Terhitung ada 310 peserta yang bertanding di 6 cabor. “Setelah Porda selesai, kami langsung TC (training centre) untuk mematangkan persiapan Pornas,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov Soina¬† Jateng, Kristin menjelaskan, pekan olahraga ini bisa menjadi wadah kompetisi bagi atlet berkebutuhan khusus. “Ajang ini digelar 2 tahun sekali. Kalau Pornas kan empat tahun sekali. Jadi porda ini selain jadi ajang latihan, juga untuk berkompetisi di tingkat daerah yang rutin,” tegasnya. (amh/ric)