Semarang Akan Jadi Titik Sentral

974
TOL KOTA WALI: Perkiraan ujung timur jalan tol Semarang-Demak terhubung dengan Jalan Lingkar Selatan Kota Demak, sebelum jembatan layang Botorejo, Kadilangu, Kecamatan Demak Kota. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TOL KOTA WALI: Perkiraan ujung timur jalan tol Semarang-Demak terhubung dengan Jalan Lingkar Selatan Kota Demak, sebelum jembatan layang Botorejo, Kadilangu, Kecamatan Demak Kota. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – PEMERINTAH Kota Semarang  mendukung penuh pembangunan jalan tol Semarang-Demak. Dalam Proyek Strategis Nasional ini, Pemkot Semarang mendapatkan porsi dalam hal pembebasan lahan di wilayah Genuk.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota Semarang masih menunggu keputusan dari pusat karena ada pergeseran dari yang semula tanggul dan tol yang terpisahkan, kini menjadi satu, yakni tanggul sekaligus tol.

Mbak Ita –sapaan akrabnya- menilai, pembangunan tol Semarang-Demak akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Semarang. Tol Semarang-Demak yang terkoneksi dengan tol Jakarta-Semarang, lanjutnya, akan membuat transportasi menjadi kian lancar.

Selama ini, dikatakan, transportasi dari Semarang ke timur selalu terhalang banjir dan rob. Hal ini kemudian menimbulkan kemacetan yang tentunya berdampak pada lama waktu perjalanan dan pada perputaran roda ekonomi.”Jalan tol Semarang-Demak ini nantinya akan mengurangi kemacetan di jalan yang sekarang ini dilalui kendaraan berat,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menambahkan, dengan teratasinya kemacetan, maka akan berbuntut pada lancarnya aktivitas perdagangan. Pada akhirnya, harga barang dagangan tidak akan tinggi, sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat. ”Transportasi yang mudah akan membuat perdagangan cepat sampai tujuan, sehingga menekan naiknya harga barang,” tandasnya.

Keuntungan lain bagi Kota Semarang, lanjut Ita, dengan dibangunnya tol Semarang-Demak ini, Semarang akan menjadi titik sentral dari timur ke barat maupun sebaliknya. Peluang inilah yang akan ditangkap untuk menjadikan Semarang sebagai kota perdagangan dan jasa.

Dukungan terhadap proyek ini juga datang dari kalangan DPRD Jateng. Dewan menyambut baik mulai dikerjakannya proyek tol Semarang-Demak. Saat ini, proses pembebasan lahan proyek tersebut sudah dimulai. Bahkan, proyek tanggul laut dan Tol Semarang-Demak di wilayah Desa Sidogemah sudah dimulai. Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso, mengatakan, semua warga desa di sekitar lokasi proyek harus segera pindah saat pembangunan fisik proyek dimulai. “Saat ada tanggul, warga harus pindah. Karena itu merupakan kawasan strategis nasional,” katanya.

Dikatakan, proyek tanggul laut dan Tol Semarang-Demak sangat bagus dan sudah ditunggu masyarakat. Karena dengan begitu, bisa menjadi alternatif mengatasi masalah banjir dan kemacetan di area tersebut. “Kami mendukung, dan berharap prosesnya bisa cepat rampung,” tegasnya.

Ia meminta agar pengerjaan proyek itu harus memperhatikan sistem drainase. Sebab, selama ini daerah di lokasi proyek sering dilanda rob dan banjir. Sistem drainase perlu diperhatikan serius. Memang, di sini sering banjir karena proyek itu berkaitan dengan Sungai Babon. “Problemnya, Sungai Babon sendiri membawa sedimen yang besar,” katanya.

Koordinator Lapangan Tim PPK Pengadaan Tanah Jalan Tol Semarang-Demak, Soni Widi Nugroho, menjelaskan, proyek tanggul laut itu memiliki panjang 10 km. Untuk proyek jalan tolnya, rencananya dibangun di atas tanggul tersebut. “Dalam proyek itu, memang nantinya ada bedol desa. Jumlah warga yang pindah sekitar 500 KK,” kata Soni. (sga/fth/aro)