Operasional Pasar Reban Tunggu Presiden

373
SIDAK : Bupati Batang Wihaji saat mengunjungi Pasar Reban, untuk memeriksa kondisi terkini sebelum diresmikan. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
SIDAK : Bupati Batang Wihaji saat mengunjungi Pasar Reban, untuk memeriksa kondisi terkini sebelum diresmikan. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COMBATANG – Rampung dibangun, Pasar Rakyat Desa Reban, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, belum ditempati hingga sekarang. Pemerintah setempat, menunggu peresmian yang rencananya akan dilakukan sendiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Pasar ini dibangun, 100 persen dengan menggunakan dana pusat. Maka rencananya yang akan meresmikan Presiden atau Menteri dari departemen yang bersangkutan. Karena dari pemerintah pusat, pemkab tidak boleh meresmikan hanya di perkenankan tasyakuran saja,” kata Bupati Wihaji, Minggu (18/3).

Bupati sebelumnya sudah melakukan peninjauan di pasar tersebut di sela – kunjungan kerjanya pada Jumat (16/3) kemarin, bersama pejabat setempat. Saat pengecekan, diakui ada beberapa infrastruktur yang masih perlu benahi. Seperti area parkir dan halaman pasar belum diaspal.

Pemkab juga masih menunggu surat resmi hibah pasar tersebut, agar bisa memperbaiki kerusakan atau kekurangan, serta bisa menarik retribusi.

“Pemkab hingga kini menunggu surat resmi hibah pasar dari pemerintahan pusat, sebelum menarik retribusi dan sambil menunggu itu semua kita akan benahi infrastrukturnya,” kata Wihaji.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM M Isnanto melalui Kepala Bidang Pasar Edi Joko Priyanto menambahkan, pembangunan Pasar Rakyat Reban dengan tipe C ini dibangun di atas tanah seluas 20.000 m2.

“Pasar ini menggunakan dana APBN sebesar Rp 4,59 miliar. Dari ketersediaan tanah 20.000 m2 tetapi yang digunakan untuk bangunan pasar hanya 420 m2 saja,” jelasnya.

Dari bangunan yang ada, terdiri dari 35 kios dan 198 los. Dilengkapi ruang menyusui, ATM, mushala, toilet, Tempat Pembuangan Sampah dan tempat pemotongan hewan. Adapun untuk lantai atas hanya digunakan untuk kantor pengelola pasar.

Untuk pemindahan pedagang lama ke pasar baru, lanjut bupati, akan mengutamakan pedagang lama yang mempunyai hak, namun pemkab akan berkoordinasai dengan pemerintah desa.

“Untuk pedagang lama ada 170 pedagang kios dan los, di pasar baru ketersediaan kios sebanyak 35 dan los sebanyak 198,” tandasnya. (han/zal)