SIAP DIKEMBANGKAN : Plh. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat berkunjung ke Pasar Semarangan Tinjomoyo. Pemkot Semarang akan mengembangkan destinasi serupa di Kota Lama dan Pasar Bulu. (istimewa)
SIAP DIKEMBANGKAN : Plh. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat berkunjung ke Pasar Semarangan Tinjomoyo. Pemkot Semarang akan mengembangkan destinasi serupa di Kota Lama dan Pasar Bulu. (istimewa)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Revitalisasi kawasan Hutan Tinjomoyo Semarang yang digagas Pemkot Semarang dan Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Jateng dengan membuat Pasar Semarangan siap dipamerkan ke Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Plh. Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meninjau Pasar Semarangan Tinjomoyo, Sabtu (16/3) malam, mengaku senang dengan antusiasme masyarakat dan wisatawan yang datang. Bahkan menurut pengamatannya, sekitar pukul 19.00, kuliner yang dijajakan sudah habis diborong pengunjung. “Ini bisa menjadi daya tarik tersendiri, apalagi kuliner yang ada disini jarang bisa ditemukan di luar, seperti nasi kethek, nasi lunyu, nasi tedun, sate kremos dan lain sebagainya. Tempat ini juga sudah diubah sedemikian rupa indahnya sehingga menjadi daya tarik tersendiri,” imbuhnya.

Politisi PDIP tersebut menambahkan pasar digital pertama di Indonesia yang bernuansa alam ini diharapkan akan menjadi percontohan digital market. Selain itu, ia mengaku masih akan melakukan pembenahan agar lebih sempurna. Misalnya tempat berteduh untuk pengunjung saat hujan yang saat ini belum tersedia. “Nantinya selain di Tinjomoyo, ada juga Festival Oudestaat yang bernuansa heritage dan Pasar Bulu merupakan urban market yang modern yang akan menggunakan konsep digital market juga,” terangnya.

Panitia acara Pasar Semarangan Tinjomoyo, Mey Kristanti mengatakan pihaknya sengaja membuat kawasan Tinjomoyo menjadi objek wisata yang menjual kuliner, kesenian dan kerajinan tangan yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. “Untuk transaksi pembayarannya menggunakan digital atau non tunai, ini menjadi pasar digital pertama di Indonesia,” katanya kemarin.

Basis digital tersebut untuk mendukung 100 destinasi wisata digital yang dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata. Sebelum dilakukan Grand Opening pada 7 April mendatang, pihaknya akan melakukan evaluasi agar ke depan lebih baik dan bisa mendatangkan wisatawan. “Dari program Kemenpar tentang destinasi wisata digital, Semarang adalah yang pertama memiliki pasar dengan basis digital,” ujar Kabid Kelembagaan Kepariwisataan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Giarsito Sapto Putratmo. (den/ric)