OPTIMALKAN ASET : Anggota Komisi C DPRD Jateng melihat embung di Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (KBTPH) Kaloran, Temanggung. (Istimewa)
OPTIMALKAN ASET : Anggota Komisi C DPRD Jateng melihat embung di Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (KBTPH) Kaloran, Temanggung. (Istimewa)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG РKebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (KBTPH) Kaloran, Temanggung didorong mengembangkan hortikultura unggulan. Saat ini sedang digalakkan penanaman pohon durian varietas Otong dan Bawor di lahan seluas 4 dari total  19,2 hektare.

Bahkan, guna mengatasi kekurangan pasokan air di lahan tadah hujan itu, KBTPH telah membangun embung seluas 800 m2. Anggota Komisi C DPRD Jateng Sri Ruwiyati mengungkapkan masalah air selama ini masih menjadi kendala utama optimalisasi lahan yang dikelola satuan kerja (satker) di bawah naungan Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (B2TPH) wilayah Surakarta. Secara umum, lahan-lahan yang dikelola Satker B2TPH wilayah Surakarta merupakan tadah hujan. Kondisi itulah yang menjadikan alasan tersendiri sehingga dibiarkan terbengkalai, tidak ada kreasi apalagi inovasi yang dilakukan.

“Kebun Kaloran bisa menjadi contoh. Tidak hanya mengeluhkan kondisi atau kendala, melainkan berkreasi dan berinovasi, seperti membuat embung,” katanya.

Anggota Komisi C DPRD Jateng Mustolih menambahkan dengan adanya embung itu tahun ini kebun Kaloran juga bisa menambah jumlah pohon. Baik pohon durian, manggis maupun alpukat. Pengoptimalan tersebut diharapkan mampu menambah penerimaan PAD.¬† “Tentu kami apresiasi mengingat selama bertahun-tahun kebun Kaloran ini belum ditarget PAD,” jelasnya.

Anggota Komisi C DPRD Jateng Maria Tri Mangesti membenarkan, kondisi kebun Kaloran saat ini sudah jauh lebih baik, dibanding dua tahun lalu saat kunjungan kerja Komisi C pada 2016. Saat itu kebun Kaloran yang lahannya sangat luas itu, bisa dibilang mangkrak. Kantornya juga belum dialiri listrik. (ric)