Gabungkan Touring dan Tourism

511
JURI LOMBA MODIF : Ketua Umum DPD GCI Jateng, Sugiarto sebagai dewan juri saat menilai 20 motor yang ikut lomba modifikasi. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JURI LOMBA MODIF : Ketua Umum DPD GCI Jateng, Sugiarto sebagai dewan juri saat menilai 20 motor yang ikut lomba modifikasi. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sekitar 350 pemilik motor Suzuki GSX yang tergabung dalam PD GSX Club Indonesia (GCI) Jateng, menggelar Jambore Daerah (Jamda) pertama di Kota Semarang, Sabtu-Minggu (17-18/3). Banyak rangkaian kegiatan yang digelar. Mulai dari senam kesehatan, city tour, hingga beberapa kegiatan sosial di kawasan wisata Goa Kreo.

Saat datang ke Goa Kreo, para punggawa GCI Jateng langsung turun ke Waduk Jatibarang. Mereka membawa seperangkat alat kebersihan dan langsung melakukan bersih-bersih areal setempat. Setelah itu, para bikers menggelar baksos, dan memberi makan fauna penghuni Goa Kreo, hingga menanam 300 bibit pohon akasia dan trembesi. “Jamda ini sebagai bagian dari penggembelangan anggota. Jadi harus dilakukan dengan hal-hal positif. Sejauh mana mereka bisa menjadi tuan rumah sekaligus tamu yang baik,” kata Ketua Umum GCI Jateng, Sugiarto.

Pihaknya sengaja menggelar kegiatan di tempat wisata. Pasalnya, sesuai visi GCI Jateng, touring tidak bisa dipisahkan dengan tourism. “Awalnya kami sudah ada pilihan beberapa tempat wisata alam. Tadinya malah mau ke Gedungsongo, tapi setelah dipertimbangkan lagi, akhirnya dipilih Goa Kreo,” imbuhnya.

Pria yang juga anggota Komisi C DPRD Jateng itu mengaku, minimnya eksploitasi terhadap tempat wisata, membuat banyak lokasi potensial tersebut tidak banyak dikunjungi masyarakat. “Lewat komunitas seperti ini, kami juga ingin kenalkan lokasi-lokasi wisata potensial yang dengan mudah, dan murah dikunjungi masyarakat,” bebernya.

Upaya mengadakan lomba itu lanjutnya, juga untuk mengundang masyarakat luas untuk menikmati pemandangan di Goa Kreo. Dengan begitu, jika destinasi wisata itu dikenal, pemerintah setempat juga akan lebih merawat, memberikan fasilitas yang lebih dan layak, serta bertambah peduli terhadap wahana wisata di daerahnya.

Mengusung tema Sapta Pesona Goa Kreo, Jamda perdana itu juga disisipi lomba variasi motor. Terhitung ada 20 motor yang semua milik anggota GCI Jateng. “Ini perwakilan per chapter. Jadi setiap chapter mengajukan satu motor yang dianggap paling bagus. Diambil empat pemenang, masing-masing mendapat trophi, piagam, dan uang pembinaan,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota GCI Purwokerto, Rici, yang juga pemenang kompetesi modifikasi dan safety riding mengatakan, kegiatan semacam ini adalah niat komunitas dalam mengembangkan destinasi wisata.

“Tempat wisata adalah tempat yang harus kita jaga dan kembangkan keberadaannya, oleh karena itu, saya senang sekali dengan kegiatan ini,” pungkasnya. (amh/ric)