Butuh Semangat Baja Perangi Korupsi

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM,  SEMARANG – Pemberantasan korupsi membutuhkan semangat baja, tekad kuat dan semangat yang pantang kendur. Hal itu disampaikan Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jawa Tengah, John Richard Latuihamallo dalam acara ‘Seminar Antikorupsi’, yang diadakan Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kota Semarang di Aula Laboratorium Hukum Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo, Semarang, Minggu (18/3).
John menilai, pemberantasan korupsi di Indonesia memang tak mudah. Pasalnya, para koruptor dan koleganya berupaya menghantam dan melumpuhkan kerja-kerja pemberantasan korupsi yang dilakukan aparat penegak hukum, khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“KPK memang menjadi harapan baru bagi rakyat untuk mengobati penyakit bangsa yang sudah kronis. Namun kinerja aparat penegak hukum (APH) yang lain juga harus terus didukung secara seimbang, jangan hanya terpaku pada KPK semata, kejaksaan dan kepolisian juga perlu didukung,” kata John Richard.
Menurutnya, yang dialami APH bukan hanya serangan fisik seperti yang berulangkali dialami penyidik senior KPK Novel Baswedan, melainkan serangan koruptor juga dilancarkan dengan berbagai cara, termasuk melalui konstitusi.
“Bagaimnapun semua harus bergerak bersama dan diperlukan suatu sistem yang mampu menyadarkan semua elemen bangsa untuk sama-sama bergerak mengikis karang korupsi yang telah menggurita,” tandasnya.
Senada dengan John, mantan narapidana korupsi Semarang, Sudibyo juga turut serta mengelorakan semangat pemberantasan korupsi. Dihadapan ratusan peserta, mantan Wakil Ketua Umum III Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang itu juga menceritakan kasus yang pernah dialaminya tersebut, dimana dalam kasus penyalahgunaan dana hibah KONI Kota Semarang itu, dirinya merasa ditumbalkan, sedangkan aktor intelektual dalam kasus itu sama sekali tak tersentuh hingga sekarang.
“Sebagai mantan napi korupsi, saya nyatakan mendukung langkah-langkah penegakan hukum KPK untuk memberantas korupsi. Di negeri ini satu-satunya institusi yang terus menjadi garda terdepan memerangi korupsi adalah KPK,” tandasnya. (jks/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -