Bupati : PPNI Harus Advokasi Anggotanya

262
GEDUNG BARU : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, memberikan motivasi dan arahan, saat meresmikan Gedung PPNI di Kajen. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
GEDUNG BARU : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, memberikan motivasi dan arahan, saat meresmikan Gedung PPNI di Kajen. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kajen diharapkan mampu memberi advokasi bagi anggotanya jika dalam melaksanakan tugas ada permasalahan hukum.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, disela meresmikan gedung organisasi PPNI di Kajen, Sabtu (17/3). Sebelumnya PPNI menempati gedung di daerah Kecamatan Wiradesa dan belum dapat nenberikan pelayanan maksimal kepada 900 an anggotanya.

Menurut bupati, jika PPNI mampu menjadi pendamping, maka akan ada perasaan tenang, ada yang membela jika timbul masalah hukum, dan menjadi sesuatu hal yang penting dalam menunjang profesionalisme.

“Bekerja pun terasa aman karena ada PPNI yang akan mendampingi, ketika ada permasalahan saat memberi pelayanan,” ungkap Asip.

Bupati juga mengatakan bahwa advokasi bagi perawat adalah hal yang wajar, karena pekerjaan sebagai perawat ini memiliki sensitifitas  yang tinggi. Pasien yang tidak berkenan sedikit saja akan mengeluh, memprotes, bahkan mengajukan proses hukum. Untuk itu PPNI harus menegakkan aturan, agar tidak dapat menimbulkan kegaduhan.

Menurutnya PPNI adalah salah satu organisasi profesi yang bertujuan untuk pemberdayaaan anggotanya. Diharapkan PPNI mampu menjadi pelengkap organisasi profesi lainnya. Khususnya dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Pekalongan.

Bupati juga menegaskan bahwa hingga saat ini, pencapaian angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Pekalongan, menunjukan tren menurun dari tahun ke tahun. Ini tidak lepas dari dukungan perawat baik dari rumah sakit maupun puskesmas. Namun diharapkan agar para perawat ini lebih giat lagi dalam mengurangi angka kematian ibu dan bayi ini.

“Saya berharap kematian ibu dan bayi semakin terus menurun, kalau bisa tidak ada lagi kematian ibu dan bayi lagi di Kabupaten Pekalongan untuk tahun ini, terus bekerja dengan tulus ikhlas dan profesional,” tegas bupati. (thd/zal)