Bupati : PPNI Harus Advokasi Anggotanya

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kajen diharapkan mampu memberi advokasi bagi anggotanya jika dalam melaksanakan tugas ada permasalahan hukum.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, disela meresmikan gedung organisasi PPNI di Kajen, Sabtu (17/3). Sebelumnya PPNI menempati gedung di daerah Kecamatan Wiradesa dan belum dapat nenberikan pelayanan maksimal kepada 900 an anggotanya.
Menurut bupati, jika PPNI mampu menjadi pendamping, maka akan ada perasaan tenang, ada yang membela jika timbul masalah hukum, dan menjadi sesuatu hal yang penting dalam menunjang profesionalisme.
“Bekerja pun terasa aman karena ada PPNI yang akan mendampingi, ketika ada permasalahan saat memberi pelayanan,” ungkap Asip.
Bupati juga mengatakan bahwa advokasi bagi perawat adalah hal yang wajar, karena pekerjaan sebagai perawat ini memiliki sensitifitas  yang tinggi. Pasien yang tidak berkenan sedikit saja akan mengeluh, memprotes, bahkan mengajukan proses hukum. Untuk itu PPNI harus menegakkan aturan, agar tidak dapat menimbulkan kegaduhan.
Menurutnya PPNI adalah salah satu organisasi profesi yang bertujuan untuk pemberdayaaan anggotanya. Diharapkan PPNI mampu menjadi pelengkap organisasi profesi lainnya. Khususnya dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Bupati juga menegaskan bahwa hingga saat ini, pencapaian angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Pekalongan, menunjukan tren menurun dari tahun ke tahun. Ini tidak lepas dari dukungan perawat baik dari rumah sakit maupun puskesmas. Namun diharapkan agar para perawat ini lebih giat lagi dalam mengurangi angka kematian ibu dan bayi ini.
“Saya berharap kematian ibu dan bayi semakin terus menurun, kalau bisa tidak ada lagi kematian ibu dan bayi lagi di Kabupaten Pekalongan untuk tahun ini, terus bekerja dengan tulus ikhlas dan profesional,” tegas bupati. (thd/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -