33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Bahasa Jawa sebagai Sarana Pendidikan Karakter Anak

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM – Sebagaimana telah kita ketahui, bahasa Jawa merupakan bagian dari kebudayaan. Bahasa Jawa adalah kekayaan daerah yang juga merupakan dari kebudayaan nasional yang perlu kita lestarikan agar tidak punah dari peradaban.
Namun melihat kenyataan saat ini, di masyarakat banyak orang tua yang tidak menggunakan bahasa Jawa dalam berkomunikasi dengan anaknya. Akibatnya, banyak yang kurang memahami ketika berkomunikasi dalam bahasa Jawa. Hal ini mungkin dikarenakan orang tua sendiri yang tidak memahami bahasa Jawa atau merasa gengsi sehingga merasa lebih bangga dengan bahasa Indonesia. Apabila hal ini tidak dikendalikan, dimungkinkan pada masa yang akan datang semakin sedikit orang yang berkomunikasi dengan bahasa Jawa. Sehingga bahasa Jawa akan tersisih sebagai alat komunikasi bagi orang Jawa (Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur).
Jika kita telaah lebih dalam, Bahasa Jawa memberi pelajaran tentang pendidikan karakter, terutama tata krama atau sopan santun. Kenyataan bahwa bahasa Jawa sebagai alat komunikasi mengenal tingkatan dalam penuturannya. Tingkat tutur bahasa Jawa dibagi menjadi dua, yaitu ngoko dan krama.
Ngoko dibagi menjadi dua, yaitu ngoko lugu dan ngoko alus. Ngoko lugu adalah ragam pemakaian bahasa Jawa yang seluruh kalimatnya dibentuk dari kosakata ngoko (tidak formal). Ragam ini digunakan oleh peserta tutur yang mempunyai hubungan akrab dan tidak ada usaha saling menghormati. Contoh kalimat yang menggunakan ngoko lugu adalah “Andi lagi mangan”.
Ngoko alus adalah ragam pemakaian bahasa Jawa yang dasarnya adalah leksikon ngoko tetapi juga menggunakan leksikon krama. Ragam ini digunakan oleh peserta tutur yang mempunyai hubungan akrab tetapi di antara mereka ada usaha saling menghormati. Contoh kalimat yang menggunakan ngoko alus adalah “Bapak maos koran.”
Krama lugu adalah ragam pemakaian bahasa Jawa yang seluruh kalimatnya berupa leksikon krama (formal). Tingkat tutur ini digunakan oleh peserta tutur yang belum akrab, misalnya baru kenal. Contoh kalimat yang menggunakan krama lugu adalah ”Sampean sampun kesah”.
Krama alus adalah unggah-ungguh (tata krama) bahasa Jawa yang semua kata-katanya terdiri dari leksikon krama. Tingkat tutur ini digunakan oleh penutur yang lebih muda kepada orang yang lebih tua.Contoh kalimat yang menggunakan krama alus “Bapak sampun dahar”.
Penerapan kata-kata dalam bahasa Jawa ini apabila tidak dipahami melalui belajar dan latihan, peserta didik dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari mata pelajaran yang diperoleh di sekolah. Adapun masyarakat umum yang berkeinginan turut melestarikan bahasa Jawa sebagai bagian dari kebudayaan yang kita miliki, dapat berpartisipasi melalui kegiatan kursus bahasa Jawa yang ada di masyarakat.
Dengan memotivasi generasi muda supaya suka belajar berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Jawa sehari- hari, maka akan semakin memasyarakat terutama di daerah Jawa (Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur).
Demikian beberapa permasalahan yang kita hadapi di tengah – tengah masyarakat, khususnya di Jawa (Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur). Upaya pelestarian budaya dirasa memprihatinkan, sehingga penulis memandang perlu adanya upaya nyata untuk melestarikan budaya yang ada.
Guru SMK N 1 Salam Magelang

Berita sebelumyaAtraksi Marching Band
Berita berikutnyaTarget Biayai 1.000 Rumah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Tak Kesampingkan Pendidikan Agama

KENDAL - SDN 4 Sukorejo Kecamatan Sukorejo punya perhatian khusus pada pendidikan Agama di sekolah. Buktinya, sekolah ini punya program Baca Tulis Alquran (BTQ)....

Menyaru Tamu, Gasak Laptop Tuan Rumah

MUNGKID— Aksi kejahatan yang dilakukan Efs, 34, warga Depok, Jawa Barat, perlu diantisipasi. Dia menyaru (berpura-pura) bertamu dan numpang tidur. Rupanya, itu modus pelaku...

Tim Asesor BAN-PT Visitasi Prodi Unisfat Demak

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Tim Asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Kementerian Riset, Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melakukan visitasi atau penilaian untuk sejumlah...

Tim Pendamping Harus Optimal Berikan Pelayanan

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Sedikitnya 16 orang yang mendampingi calon jamaah haji diminta memberi layanan optimal pada jamaah haji. Tidak meninggalkan jamaah di waktu-waktu penting...

Jangan Mudah Terpancing Provokasi

MAGELANG – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Magelang mengimbau masyarakat tak mudah terpancing segala bentuk provokasi terkait tragedi kemanusiaan yang menimpa umat Muslim...

Ciptakan Aplikasi untuk Mendeteksi Kelainan Jantung

Banyak ilmuwan Indonesia yang memilih berkiprah di luar negeri karena keterbatasan fasilitas riset di tanah air, bahkan tidak sedikit yang mencetak prestasi mengagumkan. Salah...