Punya Style Klasik dan Tenaga Besar

Harley Davidson Roadster 1962

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM – Memiliki body yang bongsor ternyata tidak membuat motor kesayangan Herman Ngadihartanto tak bisa berlari kencang. Motor Harley Davidson Roadster keluaran tahun 1962 miliknya itu tetap bisa lincah dan garang melibas jalanan di Kota Semarang.
“Motor ini memang dikenal sebagai penakluk jalanan pada zamannya. Tenaganya besar dan enak untuk diajak touring perjalanan jauh,” kata Herman kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Motor klasik tersebut memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Walaupun termasuk motor jadul dan masih menggunakan sistem pengapian platina, kuda besi ini dibekali mesin dengan kapasitas 1.000 cc V twin 2 silinder. “Getarannya cukup smooth saat digeber, bahkan motor ini sanggup menaklukan jarak Semarang-Bali pulang pergi tanpa mogok,” jelasnya.
Soal kenyamanan saat dikendarai, moge ini patut diacungi jempol. Cocok jika dipakai penghobi touring yang rela menghabiskan berjam-jam di jalan. Jok ala sadel depan dilengkapi shock jok khas motor era tahun 30-an yang dibungkus kulit dan hanya untuk single rider. “Bentuknya lebar dan nyaman, posisi duduk juga sangat nyaman karena sudah disesuaikan dengan tinggi badan orang Indonesia,” ucap pemilik Gold Rush Garage ini.
Memiliki style yang klasik, ia merasa bangga motor kesayanganya itu masih sanggup membelah jalanan. Padahal motor lain keluaran tahun tersebut kadang sudah tidak bisa jalan atau hanya buat pajangan semata. “Perawatannya nggak begitu ribet, kayak motor biasa, namun setelan pengapiannya harus sabar karena pakai platina. Selain itu juga harus rajin lihat tangki sirkulasi oli, karena terpisah nggak kayak motor jaman now,” tandasnya.
Walaupun motor jadul, Herman mengaku motor tersebut 80 persen masih orisinal. Dari tangki, shock depan belakang, velg, tangki sirkulasi oli, hingga spatbor. Herman hanya mengubah atau melakukan modifikasi pada lampu depan, karburator dan knalpot. “Dengan mengganti knalpot ini, komprersinya semakin padat, suaranya juga renyah untuk mengimbangi tenaga mesin yang besar,” tuturnya. (den/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -