PDAM Naikkan Tarif Air Bersih

3430

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Tarif berlangganan air PDAM Kota Salatiga akan naik. Kenaikkan ini disebabkan kenaikan sejumlah komponen biaya operasional perusahaan milik Pemkot Salatiga tersebut. Pelanggan harus menambah biaya Rp 170 per meter kubik (m3) untuk rumah tangga golongan A, kemudian Rp 710/m3 untuk rumah tangga golongan B (sedang) dan untuk rumah tangga golongan C sebesar Rp 915/m3.

Direktur PDAM Samino menuturkan, penyesuaian ini didasarkan kepada adanya kenaikkan tarif dasar listrik dari tahun 2014 sampai dengan sekarang. “Selain itu juga adanya perubahan harga BBM, kenaikkan harga barang – barang operasional, biaya sewa dan pajak. Ditambah adanya inflasi setiap tahun,” jelas Samino di ruang kerjanya, kemarin siang.

Jika disimulasikan dengan penggunaan maksimal 10m3 per bulan, pelanggan rumah tangga golongan A, mengalami kenaikkan Rp 1700 yakni dari Rp. 16.800 menjadi Rp 18.500. Sementara untuk rumah tangga B, pelanggan mengalami kenaikkan biaya Rp 7.100 dari Rp 23.400 menjadi Rp 30.500. Sedangkan pelanggan golongan C mengalami kenaikkan dari Rp 30.350 menjadi Rp.39.500.

“Semua tarif baru itu, untuk pemakaian maksimal 10 m3 tidak melebihi angka empat persen dari UMK yang ditetapkan tahun 2018 yakni Rp 1.735.930. Selain itu, jika dibandingkan dengan Kota/Kabupaten lain, Kota Salatiga masih yang terendah,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan jika 10m3 itu serata dengan 50 tong air atau bisa mengisi 2.5 tanki mobil. Hal ini disebutkan jauh lebih murah dibandingan masyarakat yang belum menggunakan air PDAM karena harus membeli air bersih. “Jika dengan tangki, 1 m3 adalah Rp 25 ribu sementara PDAM hanya Rp 1000,” ujar Samino.

Usulan kenaikkan tarif ini telah dibahas internal PDAM dan kemudian bersama dengan dewan pengawas serta tim khusus, merumuskan dan melakukan kajian untuk penyesuaian tarif ini. Kemudian disampaikan kepada walikota untuk persetujuan dan kini masih disosialisasikan ke empat kecamatan di kota Salatiga.

“Kemungkinan akan ditetapkan pada April atau Mei bergantung kepada hasil sosialisasi serta pembahasan bersama. Jika disepakati cepat, maka ditetapkan April untuk penggunaan bulan Maret,” jelas Samino.

Hidayati, 43, warga Salatiga yang berlangganan PDAM mengaku kaget dengan kabar kenaikkan tarif tersebut. Namun dengan angka yang masih terjangkau, ia hanya meminta PDAM bisa meningkatkan kualitas pelayanan sehingga air bisa terus mengalir tanpa ada gangguan. (sas/bas)