Pakai Teknik Khusus, Melekat di Kulit

Tren White Henna untuk Pengantin

1570
TAMPIL BEDA : White henna menjadi alternatif henna dengan warna baru untuk para pengantin perempuan. (Adityo Dwi/jawa pos radar semarang)
TAMPIL BEDA : White henna menjadi alternatif henna dengan warna baru untuk para pengantin perempuan. (Adityo Dwi/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM – Seni melukis bagian tubuh dengan henna kian populer. Tak lagi sekedar digunakan oleh pengantin muslim, tapi juga banyak diadopsi dalam tampilan pengantin bergaya internasional maupun tradisional. Terlebih dengan munculnya white henna sebagai alternatif warna baru.

“Tahun ini white henna atau henna putih diperkirakan akan semakin booming,” ujar Henna Artist, Dian Rosianti saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang dalam kegiatan Henna Art For Charity di Mal Ciputra, baru-baru ini.

White henna sebetulnya merupakan body paint yang diproduksi khusus untuk diaplikasikan pada kulit. Kandungannya pun berbeda dengan henna pada umumnya. “Semacam kosmetik dalam takaran yang cukup aman bila digunakan pada kulit,” ujarnya.

Selain itu, teknik pengaplikasian juga sedikit berbeda. Jika seni henna pada umumnya dibuat timbul, dikeringkan kemudian dikelupas, white henna menggunakan flat technique. Tehnik tersebut digunakan karena body paint setelah melekat di kulit tidak perlu dikelupas.

Henna pada umumnya setelah dikelupas akan meninggalkan bekas, nah beda lagi dengan white henna yang justru tidak boleh timbul, tapi melekat di kulit. Karena itu harus pakai teknik khusus. Sehingga biasanya white henna lebih mahal,” ujarnya.

Dari sisi pengerjaan, lanjutnya, henna natural sebaiknya diaplikasikan di kulit calon pengantin dua hari sebelum pelaksanaan pernikahan. Kemudian henna instan sehari sebelum pelaksanaan, sedangkan white henna dikerjakan tepat pada hari H.

“Dibedakan waktu pengerjaan, karena proses pematangannya berbeda. Henna natural setidaknya butuh waktu dua hari agar warnanya benar-benar terlihat, sedangkan white henna baiknya di hari H, karena body paint tidak meresap, jadi kalau terkelupas ya motifnya rusak,” ujar Ketua Central Java Henna Artist ini.

Namun demikian, untuk motif, pola-pola henna sebelumnya masih tetap diminati. Diantaranya motif floral yang menjadikan tampilan lebih feminim ataupun pola-pola ukir dengan isian yang cukup rapat khas ala motif henna India.

“Kami juga kembangkan motif-motif berpola khas batik, seperti kawung dan beberapa lainnya. Pengantin Jawa biasanya menyukai motif-motif tersebut. Selain itu, klien juga bisa custom dengan memberikan gambaran akan dilukis henna seperti apa,” imbuh Koordinator Central Java Henna Artist, Naya Muarif.

Selain itu, lanjutnya, white henna juga bisa dikombinasi dengan beberapa warna lain. Diantaranya warna-warna bernuansa gold, ataupun ditaburi shimmer di beberapa bagian. Sehingga tampilan terlihat lebih ‘menyala’.

“Kalau yang suka polosan cukup diaplikasikan white henna saja, tapi kalau ingin terlihat sedikit lebih glamour bisa ditambahkan dengan nuansa gold dan ditaburi shimer,” ujar pemilik Naya Henna ini. (dna/ric)