SIAP TEMPUR: Empat pemain PSIS, Haudi Abdillah, Petar Planic, Hari Nur Yulianto dan Aji Bayu Putra memperkenalkan jersey yang akan mereka gunakan musim ini. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP TEMPUR: Empat pemain PSIS, Haudi Abdillah, Petar Planic, Hari Nur Yulianto dan Aji Bayu Putra memperkenalkan jersey yang akan mereka gunakan musim ini. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Setelah memecat Subangkit sebagai head coach, kini manajemen tim PSIS Semarang terus memburu pelatih anyar. Sejumlah nama tengah dijajaki untuk bisa segera didatangkan sebelum kickoff Liga 1 pada 23 Maret 2018 mendatang.

CEO PT Mahesa Jenar Semarang (MJS) AS Sukawijaya mengatakan sejumlah nama pelatih asing dan lokal tengah menjalin komunikasi dengannya. Sebut saja mantan head coach Persija asal Brasil, Paulo Camargo, dan eks juru taktik Madura United asal Brasil, Gomes de Oliviera, serta eks pelatih Pelita Bandung Raya asal Serbia, Dejan Antonic.

“Untuk pelatih lokal kami juga sedang komunikasi dengan beberapa nama seperti Bambang Nurdiansyah ataupun Agus Yuwono. Namun kami akan fokus ke pelatih asing,” kata pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu.

Tak hanya head coach, Yoyok mengatakan PSIS juga tengah memburu pelatih kiper asing.”Ada pelatih asal Australia yang sedang komunikasi. Prinsipnya kami ingin berburu pelatih terbaik dan sudah berpengalaman menangani Liga 1,” bebernya.

Selain pelatih, Yoyok Menambahkan, PSIS saat ini juga tengah memperjuangkan Stadion Moch Soebroto Magelang untuk menjadi home base mereka musim ini. Kurang dari dua pekan jelang kickoff, tim berjuluk Mahesa Jenar belum memiliki home base untuk musim depan.

Sebelumnya Stadion Moch Soebroto dinyatakan tidak lolos verifikasi karena belum melengkapi beberapa aspek yang diwajibkan. Di antaranya bench wasit, ruang wasit, perlengkapan ruang ganti, ruang medis dan ruang media.

“Kami sudah melakukan renovasi besar-besaran untuk kelengkapan di Stadion Moch Soebroto dan tanggal 18 Maret besok (hari ini, red) oeperator akan kembali melakukan verifikasi,” imbuh Yoyok kemarin.

Selain Stadion Moch Soebroto, PSIS sebenarnya juga berniat menggunakan Stadion Maguwoharjo Sleman sebagai kandang.”Namun pengelola Maguwoharjo tidak menyetujui, padahal Pemerintah Daerah, PSS Sleman dan suporter Sleman sudah setuju kami akan menggunakan Sleman sebagai homebase,” bebernya.

Sementara bertempat di halaman parkir Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang kemarin, PSIS resmi meluncurkan jersey yang akan mereka gunakan mengarungi kompetisi kasta tertinggi. Haudi Abdillah dkk akan menggunakan tiga jersey yaitu jersey utama bernuansa biru-biru, jersey tandang bernuansa putih-biru dan jersey ketiga yang sedikit berbeda yaitu bernuansa hitam-hitam. (bas)