Hujan Es, Pohon dan Antena Radio Tumbang 

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, WONOGIRI – Suara air hujan yang berjatuhan di genting dan seng rumah warga Tegal Rejo, Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri tidak seperti biasanya, Sabtu (17/3). Lebih bergemuruh. Setelah dicek, ternyata air hujan bercampur butiran es sebesar kelereng.
Fenomena alam yang terjadi selama tiga menit tersebut membuat, Nonis Murwanika Sari, 36, warga setempat terheran-heran. Sebab, pada pagi harinya cuaca cukup terik. “Pukul 13.30 mulai mendung, lalu hujan. Terdengar suara dari genting seperti disiram pasir. Saat dicek ternyata ada butiran-butiran es sebesar kelereng,” ujarnya.
Selain di sebagian Selogiri, hujan es juga terpantau hingga ke Wonogiri kota. “Di sini juga hujan es. Sekitar jam 14.00, sebesar kerikil. Suaranya juga seperti kerikil kalau dilempar ke genting,” tutur Henry Wasi Dipa warga Wonokarto, Wonogiri Kota.
Sebelumnya, lanjut Henry, turun hujan lebat disertai angin dan gemuruh petir. Hujan es hanya terjadi sesaat. Butiran es juga cepat mencair.
Kepala Seksi Data Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang Iis Widya Harmoko menjelaskan, hujan es merupakan femonena yang lazim terjadi di daerah tropis. Penyebabnya adalah terbentuknya awan kumulonimbus (CB) dan jaraknya cukup dekat dengan permukaan bumi.
“Durasinya (hujan es, Red) sangat singkat. Sekitar tiga sampai lima menit. Karena itu sifatnya lokal dan tidak merata,” ujarnya. Ciri-ciri akan terjadinya hujan es, lanjut Iis, biasanya disertai angin puting beliung.
Memang, hampir bersamaan dengan hujan deras, dua dahan pohon di Jalan Nguter-Wonogiri, tepatnya sebelah utara terminal Giri Adipura Wonogiri tumbang diterjang angin kencang.
Dampaknya, terjadi kemacetan kendaraan sekitar satu jam. Ekor kemacetan di sisi selatan terjadi di traffic light Krisak, sedangkan dari arah Solo di depan SPBU Kalikatir.
“Ada dua pohon tumbang. Terjadi saat hujan es sekitar pukul 14.00. Di depan SMPN 4 Wonogiri juga ada pohon tumbang, tapi hanya di pekarangan,” papar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Hariyanto.
Dampak lainnya, antena RSPD Giri Swara Wonogiri di Wonokarto setinggi 70 meter ambruk dan melintang di Jalan Yudistira XII, serta menimpa atap gudang masjid setempat. “Untuk sementara jalan lingkungan ditutup,” katanya. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. (kwl/wa/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -