SAMBUT NYEPI : Ratusan umat Hindu di Magelang Raya mengarak ogoh-ogoh Ruk Muka dan Rukma Kala, di Jalan Sarwo Edie Wibowo, Jumat (16/3). (Agus Hadianto/Jaw Pos Radar Kedu)
SAMBUT NYEPI : Ratusan umat Hindu di Magelang Raya mengarak ogoh-ogoh Ruk Muka dan Rukma Kala, di Jalan Sarwo Edie Wibowo, Jumat (16/3). (Agus Hadianto/Jaw Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Guyuran hujan tak menyurutkan semangat ratusan umat Hindu di Magelang Raya mengarak 2 patung raksasa ogoh-ogoh Ruk Muka dan Rukma Kala, Jumat (16/3) sore. Pawai ogoh-ogoh ini merupakan rangkaian dari perayaan Nyepi.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Magelang I Gede Suarti mengatakan, pawai ogoh-ogoh ini dalam rangka mengusir roh jahat di dalam maupun luar tubuh manusia. Tujuannya agar pelaksanaan catur brata penyepian dapat berjalan lancar. “Setiap tahun kita melaksanakan pawai ogoh-ogoh ini. Kali ini beserta sekitar 200 umat dari seluruh wilayah Magelang,” kata I Gede Suarti.

Sebelum melakukan pawai ogoh-ogoh, segenap umat melakukan pembersihan jasmani dan rohani serta peralatan di lingkungan Pura Wirabuwana. Dalam kesempatan tersebut pula, diadakan Tawur Agung Kesanga dalam rangka memberikan nyagna ke buta kala.

“Setelah pawai, di malam hari kita melaksanakan sembahyang di Pura secara bersama-sama. Baru besoknya kita merayakan Nyepi selama satu hari satu malam di rumah masing-masing,” tutur I Gede Suarti.

I Gede Suarti menuturkan untuk ogoh-ogoh yang diarak mempunyai filosofi Bima Mencari Tirta Amerta. Ceritanya tentang seorang bernama Bima disuruh oleh Resi Drona untuk mencari tirta amerta untuk kesejahteraan manusia. “Filosofinya siapapun yang bekerja, jangan ragu-ragu, karena kalau ragu-ragu tidak akan ada hasil,” tandas I Gede.

Ketua PHDI Kota Magelang I Gede Mahardika menambahkan, dalam perayaan Nyepi tahun 2018 ini, umat Hindu berharap kedamaian di Indonesia tetap ada. Terlebih, tahun 2018 ini merupakan tahun politik dengan pelaksanaan Pilkada serentak di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Magelang. “Semoga kedamaian senantiasa menyelimuti bangsa Indonesia dan kesejahteraan makin meningkat untuk masyarakat. Umat Hindu juga kami tekankan agar menolak hoax yang telah memecah belah bangsa,” jelas I Gede Mahardika yang juga Kapolsek Bandongan ini. (had/ton)