TUGAS BARU : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, melantik dan mengambil sumpah 109 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jumat (16/3). (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUGAS BARU : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, melantik dan mengambil sumpah 109 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jumat (16/3). (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sebanyak 109 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dilantik oleh Bupati Asip Kholbihi, di aula Sekretariat Daerah, Jumat (16/3).

Adapun ke-109 pejabat struktural yang dilantik tersebut, terdiri atas 103 jabatan administrasi dan pengawas, 1 jabatan fungsional penyuluh kesehatan, 1 jabatan fungsional auditor, 2 jabatan fungsional guru, 1 jabatan fungsional pranata humas dan 1 jabatan fungsional pranata komputer.

Bupati Asip meminta ASN yang belum mendapat jabatan tidak berkecil hati. Karena roda terus berputar. Perjalanan ASN juga berputar. “Hari ini belum punya kesempatan, InsyaAllah suatu saat akan mendapat kesempatan. Jalankan saja dengan lapang dada. Saya akan mentradisikan bahwa pelantikan itu bukan suatu yang heboh. Apalagi harus diwarnai dengan intrik-intrik. Itu tidak ada,” ungkap bupati.

Bupati juga mengatakan bahwa Permendagri Nomor 12 Tahun 2017, tentang Pedoman Pembentukan dan Klasifikasi Cabang Dinas, dan Unit PelaksanaTeknis Daerah, telah menerangkan bahwa seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota menghapus seluruh UPTD Pendidikan di tingkat Kecamatan.

“Dahulu kawan-kawan Kepala UPTD seperti raja di Kecamatan, namun sekarang harus menduduki tempat tugas yang sama sekali baru. Oleh karena itu harus banyak belajar. Terus terang kami melakukan evaluasi, terhadap para eks Kepala UPTD Pendidikan yang belum bisa bekerja maksimal, dan akan bekerja di tempat masing-masing,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan, ada sebuah pelajaran yang sangat berharga tentang filosofi kepemimpinan. Yaitu bahwa setiap pemimpin adalah pelayan bagi anak buahnya. Melayani adalah filosofi yang paling mendasar di tingkat pergaulan sosial.

“Karena dengan demikian, akan men-downline posisi individual kita. Sedangkan kalau penguasa, itu meng-upline, posisi individual kita dinaikkan sehingga menganggap kecil semuanya,
ujarnya.

“Positioning pribadi harus kita downline-kan untuk menjadi pelayan. Seperti para Camat sebagai pemimpin wilayah, saya harapkan kecerdasan emosional untuk dijaga, kecerdasan intelektualnya juga harus ditingkatkan dan kecerdasan spiritualnya juga harus diasah,” tegas Bupati Asip. (thd/zal)