BUKA MUSRENBANGWIL: Plt Gubernur Jateng, Heru Sujatmoko bersama Bupati Kendal Mirna Annisa saat membuka Musrenbangwil se-Eks Karasidenan Semarang di Pendopo Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BUKA MUSRENBANGWIL: Plt Gubernur Jateng, Heru Sujatmoko bersama Bupati Kendal Mirna Annisa saat membuka Musrenbangwil se-Eks Karasidenan Semarang di Pendopo Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Perbaikan dan Pembangunan Jalan menjadi fokus pembangunan Kabupaten/Kota di Jateng. Khususnya di daerah yang masuk di eks Kawedanan Semarang. Seperti Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Demak, Salatiga dan Grobogan.

Demikian terungkap dalam Musyarawah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) se-eks Karasidena Semarang 2019 di Pendopo Kendal, kemarin (16/3).  Selain infrastruktur kesehatan dan peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan juga topik usulan Kabupaten/Kota untuk bisa dibantu dari APBD Pemprov Jateng 2019.

Kendal misalnya, prioritas pembangunan jalan penghubung baik ke Kabupaten/Kota lain dan jalan menuju tempat wisata untuk menunjang perekonomian warga. Salah satunya jalan di wilayah Cening yang menghubungkan ke lokasi wisata Selo Arjuna di Kecaman Limbangan.

Mirna mengatakan Selo Arjuno menurutnya potensi wisata yang luar biasa, karena selain pemandangan yang bagus juga ada batu yaang menjulang tinggi setinggi bukit. Tapi kendalanya saat ini jalannya rusak. “Sehingga akses wisatan ke lokasi sangat terkendala,” katanya.

Selain jalan penghubung ke objek wisata, Selo Arjuna, Mirna juga mengusulkan pembanunan jalan penghubung ke Kota Semarang di Kaliwungu Selatan dan akses jalan Bringinsari Kecamatan Sukorejo yang menghubungkan ke Temanggung.

Sedangkan Kabupaten Demak mengajukan prioritas pembangunan jalan penghubung Ronggolawe-Mranggen. “Jalan ini vital untuk memecah kemacetan di pantura Demak yang selama ini terjadi,” ujar Bupati Demak, M Natsir.

Sementara Kabupaten Semarang yang dipaparkan Bupati Mundjirin, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jembatan Sunut yang menghubungkan Kabupaten Demak.

Sementara Wali Kota Salatiga Julianto memaparkan prioritas pembangunan infrastruktur berupa jalan dan saluran irigasi yang rusak. Lain dengan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, memaparkan rencana pembanguan Bandara Ahmad Yani yang baru sehingga perlu akses jalan masuk yang lebih baik.

Terakhir kabupaten Grobogan melalui Bupati Sri Sumarni juga lebih banyak menyoroti infrastruktur jalan yang rusak. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan tujuan musrenbangwil untuk menyinergikan kebijakan pembanguan pusat, Provinsi dan daerah saling berhubungan “Musyawarah juga untuk membahas keterkaita usulan prioritas dari sejumlah daerah,” katanya.

Sementara penjabat Gubernur Jawa Tengah, Heru Sujatmoko mengatakan prioritas pembangunan yang paling utama adalah pengentasan kemiskinan. “Setelah itu infrastruktur yang mendukung sosial serta ekonomi agar bisa mengentaskan angka kemiskinan,” jelas Heru.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sri Puryono menjelaskan pembangunan di Kabupaten/Kota sudah saatnya segaris dengan kebijakan Nasional dan Provinsi. “Jika tidak sejalan beriringan akan sulit mewujudkan kesejahteraan bersama,” imbuhnya. (bud/bas)